Saham di Asia-Pasifik Menguat Meski Pandemi Covid-19 Belum Mereda

Oleh Athika Rahma pada 23 Nov 2020, 08:29 WIB
Diperbarui 23 Nov 2020, 08:29 WIB
Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Jakarta - Saham di Asia-Pasifik naik selama perdagangan Senin pagi karena investor terus mencermati perkembangan virus Corona.

Dikutip dari CNBC, S&P/ASX 200 naik lebih dari 0,6 persen karena saham penambang utama BHP Group dan Fortescue masing-masing melonjak 3,4 persen dan 4,72 persen.

Kospi Korea Selatan juga naik 0,9 persen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan naik 0,18 persen.

Investor akan memantau saham maskapai penerbangan di Hong Kong dan Singapura, termasuk Cathay Pacific dan Singapore Airlines, setelah antisipasi gelembung perjalanan udara antara kedua kota itu tertunda. Itu terjadi ketika Hong Kong telah melihat peningkatan kasus virus Corona baru-baru ini.

Di sisi data ekonomi, ekonomi Singapura berkontraksi 5,8 persen pada kuartal ketiga, menurut siaran pers hari Senin oleh Kementerian Perdagangan dan Industri negara itu.

Lebih baik dari perkiraan resmi sebelumnya yang menunjukkan ekonomi Asia Tenggara akan berkontraksi sebesar 7 persen pada kuartal ketiga secara year-on-year.

Pasar saham di Jepang tutup pada hari Senin untuk hari libur nasional.

2 dari 3 halaman

Harga Minyak

Sementara harga minyak naik lebih tinggi pada pagi hari jam perdagangan Asia, karena patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,42 persen menjadi USD 45,15 per barel.

Harga minyak mentah berjangka AS juga naik fraksional menjadi USD 42,45 per barel.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓