Digelar di Tengah Pandemi, Festival KKI 2020 Cetak Transaksi hingga Rp 10,5 Miliar

Oleh Liputan6.com pada 20 Nov 2020, 12:40 WIB
Diperbarui 20 Nov 2020, 12:40 WIB
Berburu Produk UMKM Unggulan di Pameran KKI 2019
Perbesar
Pengunjung melihat produk dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Pameran ini menampilkan produk-produk UMKM RI mulai dari kain, pakaian, tas, hingga berbagai kuliner seperti kopi buatan anak negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia menggelar Festival Karya Kreatif Indonesia (KKI) Ke-5 tahun 2020. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan pada penyelenggaraan KKI sesi 1 dan 2 berhasil menjual produk UMKM sebesar Rp 10,5 miliar.

"Jumlah penjualan (produk UMKM) sebesar Rp 10,5 miliar," kata dalam pembukaan acara Karya Kreatif Indonesia, Jakarta, Jumat (20/11)

Meski diselenggarakan secara virtual, pada dua sesi KKI telah menorehkan capaian bisnis matching senilai Rp 113,2 miliar. Terjadi komitmen pembiayaan kepada UMKM sebesar RP 4,7 miliar.

Lalu, ada 16 pembeli produk UMKM Indonesia yang berasal dari 6 negara. Antara lain, Singapura, Italia, Australia, Korea, Jepang dan China. Capaian ini kata Perry sebagai bentuk nyata pandemi Covid-19 bukan halangan bagi produk UMKM Indonesia untuk masuk pasar internasional.

"Ini dampak nyata dan menjadi daya pendorong UMKM untuk terus berkreasi dan maju di tengah pandemi," kata dia.

Kegiatan tersebut diikuti 397 UMKM binaan Bank Indonesia. Terdiri dari 127 UMKM yang bergerak di produk kain, 75 UMKM kerajinan dan 177 UMKM makanan dan minuman. Gelaran virtual ini juga telah dikunjungi lebih dari 53 ribu pengunjung.

Perry menuturkan kegiatan KKI 2020 bergerak dengan sinergi yang kuat antara kementerian/lembaga, pelaku usaha, industri, lembaga keuangan, asosiasi, dan organisasi nirlaba, dan platform digital. Dalam kegiatan ini juga terdapat diskusi kebijakan terkait strategi dan langkah taktis untuk meningkatkan UMKM .

"KKI jadi forum untuk menyatukan berbagai pemikiran dan inisiatif untuk mendorong UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital," kata dia.

Sinergi terwujud dari berbagai kegiatan strategis dengan 30 acara yang menghadirkan 47 narasumber. Termasuk di dalamnya menghadirkan pembicara sosok pengambil keputusan strategis di era digital.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Gubernur BI: New UMKM jadi Sumber Pertumbuhan Baru Ekonomi Indonesia

Pameran Karya Kreatif Indonesia 2018 di JCC Senayan
Perbesar
Pengunjung melihat produk-produk UMKM dalam Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta Convention Center, Jumat (20/7). Untuk ketiga kalinya, Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Pameran Kerajinan UMKM Binaan BI. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bank Indonesia kembali menggelar Festival Karya Kreatif Indonesia Sesi III tahun 2020. Mengangkat tema UMKM Sahabat Milenial, acara ini digelar secara virtual pada 20-22 November 2020.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan acara ini diselenggarakan sebagai bentuk nyata bank sentral melakukan sinergi kuat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk perekonomian nasional.

"Penyelenggaraan ini wujud nyata Bank Indonesia dan sinergi kuat dengan pemerinta dan pemangku kepentingan," kata Perry dalam pembukaan acara Karya Kreatif Indonesia, Jakarta, Jumat (20/11)

Dia menuturkan kegiatan ini dilakukan dengan mengutamakan 3 pilar. Pertama, korporatisasi sebagai upaya untuk penguatan kelembagaan UMKM.

"Korporatisasi sebagai upaya untuk penguatan kelembagaan UMKM," kata Perry.

Kedua, kapasitas yang diarahkan pada peningkatan UMKM dalam penciptaan nilai tambah termasuk melalui digitalisasi. Ketiga, pembiayaan untuk perluasan akses keuangan UMKM.

Perry menambahkan di era adaptasi kebiasaan baru (new normal) ini, akselerasi digitalisasi membuat UMKM memiliki wajah baru. Era New UMKM ini diharapkan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

"New UMKM sebagai sumber pertumbuhan baru ekonomi kita menuju Indonesia baru," kata Perry.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya