Rupiah Berpotensi Melemah, Diwarnai Aksi Ambil Untung

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 11 Nov 2020, 10:21 WIB
Diperbarui 11 Nov 2020, 10:24 WIB
Donald Trump Kalah Pilpres AS, Rupiah Menguat
Perbesar
Petugas menghitung uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Senin (9/11/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Ketersediaan vaksin covid-19 jadi pendorong penguatan rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu (11/11/2020), rupiah dibuka di angka 14.055 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.057 per dolar AS. Menjelang siang, berbalik melemah ke 14.066 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.055 per dolar AS hingga 14.066 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih melemah 1,47 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jidor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.076 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.015 per dolar AS.

"Rupiah mungkin masih bisa menguat hari ini menguji kisaran Rp14.000 per dolar AS di tengah perkembangan vaksin COVID-19," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (11/11/2020).

Menurut dia, kabar mengenai efektifitas vaksin COVID-19 dari Pfizer masih menjadi sentimen positif untuk aset berisiko di pasar negara berkembang. Vaksin yang diproduksi itu diklaim memiliki efektivitas 90 persen terhadap COVID-19.

"Itu membuka harapan vaksin akan bisa dirilis cepat untuk membantu pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Investor tetap optimis tentang kemajuan menuju vaksin COVID-19," katanya.

Namun, ia mengingatkan, penguatan rupiah cenderung terbatas terbebani oleh aksi ambil untung para pelaku pasar setelah pada hari sebelumnya naik.

 

2 dari 3 halaman

Pengaruh Vaksin Pfizer

Donald Trump Kalah Pilpres AS, Rupiah Menguat
Perbesar
Petugas menghitung uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Senin (9/11/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan pergerakan rupiah masih dipengaruhi berita bahwa vaksin COVID-19 dapat tersedia dalam waktu dekat sehingga meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi global.

Perusahaan farmasi asal AS Pfizer Inc mengatakan pada Senin (9/11) bahwa kandidat vaksinnya, yang sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan BioNTech Jerman, lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah COVID-19.

Klaim tersebut didasarkan pada data dari 94 orang pertama yang terinfeksi virus dalam uji klinis skala besar Pfizer.

Pfizer Inc. datang saat jumlah kasus COVID-19 global melampaui angka 50,8 juta per 10 November 2020, dengan lebih dari 10 juta kasus di AS. Berita tersebut meningkatkan harapan bahwa obat COVID-19 akan segera tersedia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓