Di Hari Jadi ke-49, BP Batam Operasikan Waduk Tembesi

Oleh Ajang Nurdin pada 27 Okt 2020, 20:50 WIB
Diperbarui 27 Okt 2020, 20:50 WIB
Pelaksana harian (PLH) Kepala BP Batam Purwiyanto meninjau proyek pipa transmisi dari Waduk Tembesi menuju ke Waduk Muka Kuning.
Perbesar
Pelaksana harian (PLH) Kepala BP Batam Purwiyanto meninjau proyek pipa transmisi dari Waduk Tembesi menuju ke Waduk Muka Kuning.

Liputan6.com, Jakarta - Di Hari jadi ke 49, Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan transformasi dalam upaya memajukan Batam terutama dalam memenuhi kebutuhan Sumber Air Bersih sebagai bahan dalam memenuhi kebutuhan hajat orang bajak seiring dengan meningkatnya penduduk Batam.

Oleh karena itu sebagai salah satu cara dalam memenuhi kebutuhan air baku di Kota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan peresmian Pengoperasian Pompa Air Baku yang ada di Waduk Tembesi ke Muka Kuning pada Selasa (27/10/2020).

Dengan pengoperasian pompa air baku tersebut, nantinya BP Batam akan mengalirkan air baku dari Waduk Tembesi ke Muka Kuning dengan jarak hampir 3,6 Kilometer (KM) ini memiliki daya alir dengan kapasitas 600 liter per detik, namun demikian kemampuannya bisa mencapai 720 liter per detik. Dan menelan anggaran pembangunan mencapai Rp 4,5 Miliar.

Kepala Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam Purwiyanto saat ditemui awak media di Waduk Tembesi, Batam mengatakan bahwa dengan selesai dan beroperasi pembangunan pipa air baku dari Waduk Tembesi ke Muka Kuning ini, maka persoalan defisit air baku akan terpenuhi.

Mengingat, Waduk Tembesi yang sebelumnya belum digunakan , kini sudah memberikan manfaat bagi masyarakat kota Batam.

Selain ini, nantinya juga akan dilakukan pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) di Muka Kuning dengan kapasitas 350 liter per detik.

Dan harapannya kapasitas air bersih akan terus bertambah dan pelayanan akan lebih baik lagi kedepannya. Dan kapasitas 720 liter per detik dari Tembesi ke muka kuning ini bisa dipastikan akan mencukupi kapasitas kebutuhan air baku hingga lima tahun mendatang.

"Dengan adanya ini, saya rasa untuk lima tahun mendatang kita sudah aman. Namun demikian, akan kita tambah lagi nanti. Mengingat kebutuhan air di Baatam seiring berjalannya waktu akan terus bertambah. Dan kedepannya di tahun 2024 air akan menjadi salah satu prioritas dalam program pembangunan yang dilakukan oleh BP Batam," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa sama-sama melakukan penghematan air. Sehingga kapasitas air bersih yang ada bisa lebih maksimal digunakan oleh warga lainnya yang membutuhkan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Sebelumnya, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) BP Batam Binsar Tambunan mengatakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Batam, sumber air baku yang digunakan berasal dari waduk yang terdapat di Pulau Batam, yaitu Sei Harapan, Sei Ladi, Muka Kuning, Nongsa, Duriangkang dan Tembesi (belum beroperasi), dengan kapasitas waduk sebesar 25.360.990 m3, kapasitas IPA/ WTP terpasang sebesar 3.160 liter per detik, kapasitas produksi air bersih sebesar 3.991,62 liter per detik (tahun 2019).

Proyeksi kebutuhan air minum didasarkan pada jumlah penduduk, jumlah dan jenis kegiatan perkotaan yang memerlukan air, dan rata-rata pemakaian air di Pulau Batam (22 m3/KK/bulan). Kebutuhan air terdiri dari domestik dan non domestik.

“Kebutuhan domestik adalah kebutuhan yang berdasarkan jumlah penduduk dan pemakaian air. Sedangkan kebutuhan non domestik adalah kebutuhan air untuk kegiatan penunjang kota, yang terdiri dari kegiatan komersil, industri, dan kegiatan lain,” jelas Binsar.

Berdasarkan catatan konsumsi air dari PT ATB, sebesar 77 persen dari air produksi digunakan untuk domestik dan 23 persen digunakan untuk non domestik.

Proyeksi kebutuhan air hingga tahun 2045 sebesar 7.081 liter per detik, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih Kota Batam diperlukan beberapa potensi alternatif, salah satunya pemasokan air baku dari Waduk Tembesi ke Waduk Muka Kuning untuk pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut.

Dengan demikian diharapkan tinggi muka air Waduk Muka Kuning akan mengalami peningkatan untuk ketersediaan air baku yang akan diproduksi di IPA waduk tersebut.

“Tahun depan kita akan segera membangun instalasi pengolahan air kapasitas 350 liter per detik di Wadduk Muka Kuning, dan diharapkan ini mampu memenuhi kebutuhan beberapa tahun ke depan, di mana kebutuhan air bersih meningkat 100 liter per detik setiap tahun,” kata Binsar Tambunan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓