Ciputra Dukung Program Sejuta Rumah dan Kota Baru di Maja

Oleh Liputan6.com pada 19 Okt 2020, 15:14 WIB
Diperbarui 19 Okt 2020, 21:13 WIB
CitraMaja Raya
Perbesar
Unit rumah di Citra Maja Raya, Kabupaten Lebak.

Liputan6.com, Jakarta - Pengembang properti PT Ciputra Residence ikut mendukung dan menyukseskan program satu juta rumah dan Kota baru publik maja oleh Pemerintah sebagai terobosan bidang perumahan dengan penyediaan Rumah dengan harga terjangkau, sekaligus untuk mengurangi backlog perumahan mencapai 7,64 juta sesuai rilis data Real Estate Indonesia (REI).

Hal tersebut diungkapkan Marketing Director PT Ciputra Residence Yance Onggo dalam Online Nasional Customer Gathering, Sabtu (17/10/2020).

Dia menyampaikan satu di antara dukungan tersebut adalah hadirnya Citra Maja Raya proyek kota baru terpadu di barat Jakarta.

"Jadi kami mendukung dan ikut menyukseskan Program Pemerintah berkaitan Program satu juta Rumah dan Pembangunan Kota Baru Publik Maja dengan ikut berkontribusi membangun Rumah untuk kalangan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan harga terjangkau, yang dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas yang lengkap, terutama dekat dengan fasilitas Stasiun KRL Maja," kata dia.

Diketahui, pembangunan Maja sebagai kota baru publik masih terus dilanjutkan oleh Pemerintah RI yang ditetapkan melalui peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 berupa program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Ciputra Group secara konsisten turut mendukung pembangunan Kota Baru Publik Maja dengan terus mengembangkan Citra Maja Raya dengan membangun kawasan perumahan yang dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas terlengkap di Maja.

Sejak tahun 2015, Citra Maja Raya telah sukses memasarkan dan membangun lebih dari 18 ribu unit rumah dan ruko beserta infrastruktur dan fasilitas skala kota yang lengkap dan sudah mulai beroperasi.

" Ditengah situasi pandemi yang sedang terjadi di Indonesia dan dunia saat ini, kami terus membangun dan memasarkan Rumah dengan harga terjangkau termasuk infrastruktur dan fasilitas pendukungnya. Melengkapi fasilitas yang sudah ada, kami sedang membangun Water Park dan Bioskop CGV Cinema yang akan menjadi pusat rekreasi keluarga," tutur Yance.

Lokasi Citra Maja Raya hanya berjarak 500 meter dari Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Maja, yang dilintasi KRL Commuterline dan telah terintegrasi dengan moda transportasi lainnya seperti MRT, LRT, dan BRT. 

Kehadiran stasiun modern ini tentunya mempermudah mobilitas seluruh penghuni Citra Maja Raya.

Selain moda transportasi penghuni dari dan ke Jakarta, Citra Maja Raya juga dilengkapi dengan beragam fasilitas skala kota yang sebagian besar telah beroperasi. 

Hingga kini, Citra Maja Raya telah dilengkapi dengan infrastruktur jalan utama ROW 40 meter, sekolah Mutiara Bangsa dan Cendekia Islamic, masjid raya, shuttle bus, ecoclub sport center, pos polisi, minimarket, ATM center, restoran, dan klinik kesehatan Eco Medika yang bekerja sama dengan Ciputra Hospital.

Adapun fasilitas terbaru yang sedang dibangun dan segera selesai pembangunannya yaitu Water World Water Park dan bioskop CGV.

Terpukul Akibat Corona, Pengembang Properti Minta Keringanan Pajak

dp rumah murah
Perbesar
Dana yang dikucurkan jelang dua minggu sebelum Hari Raya ini sangat potensial untuk dialokasikan sebagai dana tambahan untuk uang muka rumah.

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menilai sektor properti mampu menjadi penggerak perekonomian nasional, termasuk di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Karena itu, pemerintah perlu memberi perhatian lebih serius kepada sektor yang menyerap lebih dari 30 juta tenaga kerja tersebut.

"Peran strategis sektor real estate di antaranya meningkatkan pertumbuhan 174 industri terkait. Lalu, jumlah pekerja langsung dan tidak langsung yang diserap sektor real estat mencapai sekitar 30,34 juta orang," ujar dia dalam diskusi virtual bertajuk '75 Tahun Indonesia Merdeka, Properti Penggerak Perekonomian Nasional,' Kamis (17/9).

Namun, jelas dia, di tengah pandemi COVID-19 saat ini sejumlah sub sektor properti terpukul. Misalnya, rumah komersial turun berkisar 50 sampai 80 persen dan perkantoran turun 74,6 persen.

"Hanya segmen Rumah Subsidi yang masih bertahan saat masa pandemi Covid19. Konsumen masih antusias (terutama di daerah)," kata Totok.

Untuk itu, REI meminta pemerintah untuk memberikan berbagai stimulus guna membangkitkan sektor properti. Diantaranya penurunan tarif PPh Final Sewa Tanah dan Bangunan sebesar 10 persen menjadi 5 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12–18 bulan.

Lalu, penurunan tarif PPh Final Jual Beli Tanah dan Bangunan sebesar 2,5 persen menjadi 1 persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12-18 bulan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓