Kemenkop UKM Salurkan Bantuan ke Warga dan UKM Korban Banjir Garut Selatan

Oleh Athika Rahma pada 18 Okt 2020, 20:48 WIB
Diperbarui 18 Okt 2020, 20:51 WIB
Kemenkop UKM
Perbesar
Kemenkop UKM menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang yang menerpa wilayah Garut Selatan. Dok Kemenkop UKM

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang yang menerpa wilayah Garut Selatan berupa bahan pangan (sembako), pakaian, obat-obatan, hingga keperluan ibu dan anak.

Bantuan tersebut disalurkan ke daerah yang terkena dampak banjir terparah yaitu, Cibalong, Pemeungpeuk, Cikelet, dan Cisompet.

Bantuan dari KemenkopUKM tersebut, di dalamnya mencakup juga bantuan lain dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB KUMKM), Bank BNI, Kospin Jasa, KSP Sahabat Mitra Sejati, Gakopsyah Jabar, dan Inkopsyah (BMT-BMT).

"Saya ditugaskan Presiden RI untuk meninjau langsung dampak yang ditimbulkan bagi warga hingga proses penanganannya," ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Posko Bantuan Bencana, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, ditulis Minggu (18/10/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Teten turut mengapresiasi kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atas respon cepat dalam penanganan bencana, dari mulai awal bencana sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Presiden sudah menugaskan Kementerian PU, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk pemulihan ekologi yang ditimbulkan dari banjir bandang. Termasuk memperbaiki sarana infrastruktur yang rusak," jelas Menkop UKM.

Teten berharap kewaspadaan masyarakat akan bencana harus terus ditingkatkan. Pasalnya, sekitar 4 bulan ke depan, Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan.

"Saya minta kemandirian masyarakat harus terus dibangun, terutama dalam menghadapi setiap bencana alam," tandas Teten.

Usai memberikan bantuan, Menkop UKM melakukan dialog dengan perwakilan koperasi yang ada di Garut Selatan, diantaranya, Koperasi Karang Tumaritis (Cikelet), Koperasi Cahaya Bahari (Pamalayan), Koperasi Karya Mandiri (Cibolang), Koperasi Mutiara Sancang (Cibolang).

Sebanyak 45 persen perahu nelayan yang rusak parah dan hilang terbawa banjir, berkurangnya permodalan koperasi, hingga banyak usaha mikro yang belum tersentuh program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Untuk itu, Teten meminta koperasi-koperasi tersebut untuk langsung mengajukan proposal dana bergulir ke LPDB KUMKM agar segera mendapatkan bantuan.

"Sudah bukan zamannya lagi minta-minta bantuan. Karena, pemerintah sudah menyediakan banyak kemudahan untuk koperasi, termasuk perkuatan permodalan koperasi," ujar Teten.

 

2 dari 3 halaman

BPUM

Kemenkop dan UKM Galang Solidaritas Donasi Masker bagi Pedagang Kecil
Perbesar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Sementara menyangkut BPUM, Teten mengakui program tersebut dirancang dengan data yang ada. BPUM akan disalurkan kepada sekitar 12 juta pelaku usaha mikro. Namun, yang mendaftar mencapai 22 juta pelaku usaha mikro.

Teten meminta para pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia agar mendaftarkan usahanya ke kantor kecamatan atau dinas KUKM setempat.

"Segala bentuk perijinan untuk UMKM sudah dipermudah. Dan itu sudah masuk dalam UU Cipta Kerja," jelasnya.

Ke depannya, Teten akan menjadikan koperasi sebagai agregator bagi ekonomi rakyat, dimana yang tadinya bisnis dilakukan secara sendiri-sendiri, diarahkan untuk membentuk wadah koperasi agar tercapai skala keekonomian dari usahanya.

Pihaknya juga tengah merancang pilot project Korporasi Koperasi bagi nelayan. Nelayan-nelayan kecil akan didorong untuk bergabung dengan koperasi, agar masuk ke skala ekonomi.

Selain itu, koperasi nelayan juga didorong untuk mengembangkan industri pengolahan ikan. Dengan begitu, produk dari nelayan ada offtaker-nya.

"Sehingga, nantinya pembiayaan bagi koperasi bukan lagi yang beresiko tinggi," pungkas Teten.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓