Menperin Optimistis Industri Pengolahan Tumbuh 5,5 Persen di 2021

Oleh Tira Santia pada 14 Okt 2020, 15:20 WIB
Diperbarui 14 Okt 2020, 16:17 WIB
Menperin Agus Gumiwang
Perbesar
Menperin Agus Gumiwang. Dok: Kementerian Perindustrian

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimis kinerja industri pengolahan akan tumbuh sebesar 4,7 persen hingga 5,5 persen di tahun 2021.

Ia mencatat pada buku kedua nota keuangan beserta rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara 2021 pertumbuhan industri pengolahan di akhir tahun 2020 ini diprediksi akan tertekan sampai pada minus 0,5 persen sampai minus 2,4 persen.

“Namun kita optimistis pada tahun 2021 nanti kinerja industri pengolahan diperkirakan akan mampu tumbuh sebesar antara 4,7 persen sampai dengan 5,5 persen,” kata Agus dalam Konferensi Pers Startup 4 Industry, Rabu (14/10/2020).

Hal itu merupakan langkah penting pemerintah telah menetapkan melalui Kementerian Perindustrian bahwa target program substitusi impor sebesar 35 persen di Tahun 2022.

“Mohon dukungannya terhadap masukan-masukan bagaimana kita bisa mencapai target ini ya substitusi impor 35 persen pada tahun 2022 yang juga tentu akan dilakukan dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Sehingga, sektor industri dapat bergegas untuk meraih berbagai potensi pasar khususnya potensi pasar baru yang akan muncul agar bisa unggul dalam berkompetisi. Maka, inovasi dan teknologi menjadi suatu kunci suatu yang sangat penting untuk bisa dihadirkan di tengah-tengah industri, salah satunya melalui peran Startup sebagai teknologi provider.

“Upaya kami dalam substitusi ini diharapkan tidak hanya menyentuh pada sektor atau pada hal produk saja tapi juga bisa menyentuh berkaitan dengan penggunaan teknologi itu sendiri,” pungkasnya.   

2 dari 4 halaman

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Menperin Luncurkan Startup4Industry 2020

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita
Perbesar
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara halalbihalal secara virtual di Jakarta. (Dok Kemenperin)

Kementerian Perindustrian meluncurkan kembali Startup Tech Provider 4 Industry 2020 (Startup4Industry). Ini adalah gerakan Making Indonesia 4.0 dengan solusi teknologi dari tech startup Indonesia guna mewujudkan ekosistem solusi teknologi karya anak bangsa yang mumpuni.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri dapat bergegas untuk meraih berbagai potensi pasar khususnya potensi pasar baru yang akan muncul agar bisa unggul dalam berkompetisi.

Maka inovasi dan teknologi menjadi suatu kunci suatu yang sangat penting untuk bisa dihadirkan di tengah-tengah industri salah satunya melalui peran Startup sebagai teknologi provider.

“Upaya kami dalam substitusi ini diharapkan tidak hanya menyentuh pada sektor atau pada hal produk saja, tapi juga bisa menyentuh berkaitan dengan penggunaan teknologi itu sendiri,” kata Agus dalam Konferensi Pers Startup 4 Industry, Rabu (14/10/2020).

Sehingga upaya untuk mensosialisasikan dan mempromosikan teknologi yang dimiliki oleh anak bangsa melalui tema program Startup4Industry 2020 yaitu Indonesia percaya diri dan teknologi dalam negeri sudah tepat sebagai salah satu upaya untuk menekan dampak pandemi melalui pemanfaatan-pemanfaatan teknologi itu sendiri.

Selain itu, Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan pemulihan ekonomi nasional yang diarahkan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat.

“Arah kebijakan ini semua ditujukan untuk yang pertama, menciptakan Indonesia aman dan sehat dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat. Kedua, dalam rangka menciptakan Indonesia berdaya dan bekerja untuk menumbuhkan daya beli dan juga menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Manfaatkan Peluang

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (5/6/2020). (Dok Kemenperin)
Perbesar
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (5/6/2020). (Dok Kemenperin)

Ketiga, menciptakan Indonesia yang bertumbuh dan bertransformasi, dalam rangka memanfaatkan peluang-peluang di tengah pandemi dan ketidakpastian yang tentu ada kaitannya dengan pemanfaatan teknologi.

Sejalan dengan upaya transformasi digital kebutuhan akan inovasi teknologi di masyarakat dan industri akan semakin meningkat pula, juga pada masa adaptasi Kebiasaan Baru yang mengharuskan adanya pembatasan sosial.

Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh sendi perekonomian nasional cepat atau lambat dan sudah menjadi kenyataan, sangat membutuhkan dan sangat mengandalkan pemanfaatan dari teknologi.

“Hal ini telah disampaikan juga oleh Presiden bahwa pandemi covid-19 ini adalah momentum untuk kita sebagai bangsa melakukan reboting ekonomi untuk menata ulang industri,” pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓