Survei BI: Kegiatan Usaha Mulai Pulih di Kuartal III 2020

Oleh Liputan6.com pada 14 Okt 2020, 13:10 WIB
Diperbarui 14 Okt 2020, 13:10 WIB
Mal di Depok Kembali Beroperasi, Begini Penampakannya
Perbesar
Pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Mulai 16 Juni 2020, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Depok kembali beroperasi selama masa PSBB proporsional, namun tetap dengan memerhatikan protokol kesehatan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) melaporkan, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan dunia usaha membaik pada kuartal III 2020. Tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang membaik triwulan ini dibandingkan triwulan II-2020.

"SBT pada triwulan (kuartal) III-2020 sebesar -5,97 persen, membaik dari -35,75 persen pada triwulan II-2020," kata Kepala Departemen Komunikasi, Bank Indonesia, Onny Widjanarko dalam siaran persnya, Jakarta, Rabu, (14/10). Onny menjelaskan perbaikan kegiatan usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi. Perbaikan pada sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan, Hotel & Restoran, sektor Pengangkutan & Komunikasi dan sektor Keuangan, Real Estate & Jasa Perusahaan.

"Kondisi ini didukung penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di berbagai wilayah. Perbaikan pada sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan didukung oleh cuaca," kata dia.

Sejalan dengan kinerja kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja juga sudah menunjukkan perbaikan. Pada kuartal III 2020 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha dari aspek likuiditas dan rentabilitas juga menunjukkan perbaikan pada triwulan III-2020. Hal ini dipicu dengan akses kredit yang membaik.

Onny menjelaskan pada kuartal IV 2020 nanti, responden memprakirakan kegiatan usaha akan mencatat kinerja positif. SBT pada akhir tahun diperkirakan sebesar 2,12 persen.

Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan terjadi pada mayoritas sektor ekonomi. Terutama sektor Keuangan, sektor Real Estate & Jasa Perusahaan, sektor Perdagangan, Hotel & Restoran, dan sektor Pengangkutan & Komunikasi.

"Kegiatan usaha yang makin kuat pada triwulan IV-2020 sejalan dengan optimisme penerapan AKB yang dapat mendorong permintaan masyarakat," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

BI Ramal Transaksi Berjalan Bakal Surplus di Kuartal III 2020

Ilustrasi Bank Indonesia (2)
Perbesar
Ilustrasi Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) memperkirakan transaksi berjalan kuartal III 2020 mencatatkan surplus. Hal itu dipengaruhi perbaikan ekspor dan penyesuaian impor sejalan permintaan domestik yang belum kuat.

“Prakiraan ini didorong potensi kenaikan surplus neraca perdagangan triwulan (kuartal) III 2020 yang relatif besar dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI, Selasa (13/10/2020).

Pada Juli-Agustus 2020, neraca perdagangan mencatat surplus USD 5,57 miliar. Dengan prospek surplus neraca transaksi berjalan tersebut dan surplus neraca finansial, secara keseluruhan neraca pembayaran pada kuartal III 2020 diperkirakan mengalami surplus, meskipun terdapat aliran keluar investasi portofolio asing (net outflows) sebesar USD 1,24 miliar.

“Pada awal Oktober 2020, aliran masuk modal asing secara berangsur membaik sehingga per 9 Oktober 2020 tercatat net inflows sebesar USD 0,33 miliar,” kata Perry.

Lalu, posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2020 tetap tinggi, yakni USD 135,2 miliar. Angka tersebut setara pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Ke depan, defisit transaksi berjalan keseluruhan tahun 2020 diprakirakan tetap rendah, di bawah 1,5 persen dari PDB, sehingga terus mendukung ketahanan sektor eksternal,” kata Perry.

3 dari 4 halaman

Neraca Dagang Juni Surplus, BI Perkirakan Defisit Transaksi Berjalan Rendah

Ilustrasi Bank Indonesia
Perbesar
Ilustrasi Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) mencatat ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga baik. Defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2020 diperkirakan tetap rendah.

Ini dipengaruhi dengan membaiknya neraca perdagangan, sejalan dengan peningkatan ekspor sejumlah komoditas. Serta penurunan impor akibat masih lemahnya permintaan domestik.

“Data Juni 2020 menunjukkan neraca perdagangan di triwulan (kuartal) II mencatat surplus USD 2,9 miliar meningkat dari surplus triwulan sebelumnya sebesar USD 2,6 miliar,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Juli 2020 secara virtual, Kamis (16/7/2020).

Sementara itu, Aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio pada kuartal II 2020 mencatat net inflows sebesar USD 10,2 miliar dolar AS.

BI memperkirakan aliran masuk modal asing kembali berlanjut meskipun pada awal Juli 2020 sempat menurun akibat kenaikan ketidakpastian pasar keuangan global.

Prospek berlanjutnya aliran masuk modal asing dipengaruhi likuiditas global, sejalan dengan pelonggaran kebijakan moneter negara maju.

Juga disertai tingginya daya tarik aset keuangan domestik dan tetap terjaga keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik.  

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓