Resmikan Cocoa Technical Centre, Menperin Inginkan Transformasi Teknologi

Oleh Liputan6.com pada 07 Okt 2020, 17:10 WIB
Diperbarui 07 Okt 2020, 17:10 WIB
Menperin Agus Gumiwang
Perbesar
Menperin Agus Gumiwang. Dok: Kementerian Perindustrian

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Cocoa Technical Centre di Pasuruan, Jawa Timur pada Rabu ini. Cocoa Technical Centre ini didirikan oleh perusahaan cemilan multinasional Mondelez International. 

Agus mengatakan, kehadiran Cocoa Technical Centre diharapkan bisa mengembangkan industri pengolahan kakao di Indonesia. "Kami berharap pendiriannya akan memberikan dampak positif dalam pengembangan industri pengolahan kakao nasional," kata Agus acara virtual Peresmian Cocoa Technical Centre, Rabu (7/10/2020).

Pemerintah menyambut baik inisiasi Mondelez International untuk mendirikan Cocoa Technical Centre pada lahan seluas 5 hektare di wilayah Pasuruan, Jawa Timur. Sementara untuk nilai investasi ditaksir mencapai USD 13 juta.

"Kami pemerintah sangat menyambut baik dengan adanya Cocoa Technical Center oleh Mondelez International dengan nilai investasi USD 13 juta ini," jelasnya.

Selain itu, dia juga mengapresiasi program bisnis yang ditawarkan perusahaan bagi petani kakao Indonesia. Misalnya program Cocoa Life yang kerap memberikan bantuan kepada para petani.

"Lebih dari 26 tahun Mondelez International berperan aktif melalui Cocoa Life, dan telah memberdayakan 43 ribu petani kakao di empat provinsi di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas kakao," paparnya.

Oleh karena itu, dia berharap kehadiran Cocoa Technical Centre akan mempercepat proses transformasi teknologi terbarukan. Sehingga diyakini baik bagi peningkatan produktivitas industri pengolahan kakao dalam negeri.

"Kalo produktivitas kakao meningkat, pada akhirnya tujuannya ada dua. Yaitu, industri pengolahan kakao nasional akan tumbuh dan petani kakaonya sejahtera," tukasnya.

 

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 3 halaman

Biji Kakao dan Kelapa dari Sulteng Laris Manis di Negeri Orang

Tingkatkan Kualitas Kakao, Petani Beri Masker Pelindung Khusus
Perbesar
Regu Pengendalian OPT.

Ekspor komoditas pertanian Sulawesi Tengah pada semester pertama tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan. Peningkatannya bahkan disebut mencapai 2 kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data Balai Karantina Pertanian Kelas II palu, terdapat 5 komoditas pertanian yang tercatat mengalami peningkatan ekspor secara signifikan, yakni kakao biji sebanyak 2.000 ton, kelapa parut 1.220 ton, kelapa bulat 336 ton, minyak kelapa kategori VCO 55 ton, dan minyak kelapa CO sebanyak 15 ton.

Selain 5 komoditas itu, secara umum menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Palu, semua komoditas Sulteng mengalami kenaikan ekspor pada periode pertama tahun 2020.

“Kenaikan ekspornya 2 kali lipat atau 200 persen dibanding periode Januari sampai Juni tahun 2019 lalu,” Kepala Balai Karantina Pertanian Kls II Palu, Ida Bagus Hary Soma Wijaya di kantornya, Rabu (30/9/2020).

Kata Hary, peningkatan ekspor itu terlihat dari terjadinya peningkatan frekuensi pengiriman, bertambahnya negara tujuan ekspor serta volumenya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓