Mentan Syahrul Yasin Limpo Luncurkan Kartu Petani di Lampung

Oleh Tira Santia pada 06 Okt 2020, 16:40 WIB
Diperbarui 06 Okt 2020, 16:40 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).
Perbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).

Syahrul Yasin Limpo juga membantu menyalurkan Polis Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) periode Januari-September, sebesar 19.230,45 ha, serta KUR dari BNI sebesar Rp 7 juta, dan KUR Mikro BRI Rp 50 juta, dan KUR bank daerah sebesar Rp 20 juta.

Syahrul Yasin Limpo dengan tegas menyatakan mendukung Kartu Petani Berjaya. Terlebih, kartu ini terintegrasi dengan KUR, dan juga bisa digunakan untuk mendapatkan pupuk.

“Yang dilakukan Lampung adalah langkah tepat dan mempunyai visi kedepan. Kalau ingin melihat suatu daerah baik atau tidak, bisa dilihat dari pertanian. Dan pertanian Lampung ini bukan untuk Lampung saja, tapi untuk nasional,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020). 

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).
Perbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).

Syahrul Yasin Limpo menambahkan, dari semua sektor, hanya pertanian yang tumbuh secara nyata 16,24 persen di masa pandemi Covid-19. Ekspor pun tidak turun, bahkan tumbuh terus.

“Dalam kondisi seperti ini, Kartu Petani berjaya adalah jawaban. Kartu ini juga sejalan dengan tagar pertanian dimana petani harus maju, mandiri, modern. Kartu ini adalah jawaban dari kebutuhan petani,” katanya.

Syahrul Yasin Limpo pun meminta pertanian harus menjadi fokus utama di Lampung dan harus didukung semua pihak. Menurutnya, visi besar ini harus terkristalisasi dan menjadi visi bersama untuk menghadirkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

 

2 dari 4 halaman

Kesejahteraan Petani

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).
Perbesar
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya (KPB) di Desa Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (6/10/2020).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengapresiasi diluncurkannya Kartu Petani Berjaya.

“Dengan kartu ini, kita sama-sama berharap bisa mendukung kesejahteraan petani. Jika petani sejahtera, kita harapkan terjadi peningkatan produksi,” katanya.

Selain itu, Sarwo Edhy berharap Kartu Petani Berjaya akan memberikan banyak kemudahan untuk petani.

“Petani membutuhkan akses. Dengan kartu ini kita berharap akses yang dibutuhkan petani bisa didapat dengan mudah. Tujuannya tentu saja untuk mendukung produksi pertanian,” katanya.

 

3 dari 4 halaman

Komoditi Unggulan

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan sektor pertanian dimandatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Ditambahkannya, Lampung memiliki banyak komoditi unggulan. Antara lain padi, jagung, ubi kayu, nanas, pisang, kopi, dan lainnya.

“Sebagai lokomotif pertanian nasional, pertanian Lampung harus bisa mensejahterakan petani agar pertanian lebih baik, produksi meningkat dan kesejahteraan meningkat. Salah satu prioritas kita adalah KPB,” katanya.

Menurut Arinal, Kartu Petani Berjaya memiliki banyak manfaat. KPB menjadi sarana produksi, akses, pembiayaan, penanganan panen dan pasca panen, pemasaran hasil, jaminan sosial, jaminan pendidikan pertanian bagi petani yang sukses.

“Kita sengaja memilih Trimurjo sebagai lokasi launching. Karena Trimurjo akan menjadi pusat pembenihan yang akan memenuhi kebutuhan benih di Sumatera bagian selatan. Jumlah anggota petani yang tercatat sebagai penetima KPB adalah 18.277 orang,” katanya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓