Per 1 Oktober, Bulog Salurkan 146,9 Ribu Ton Beras Bansos

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 02 Okt 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 02 Okt 2020, 21:00 WIB
Stok Beras Hingga Pertengahan Tahun Dipastikan Aman
Perbesar
Pekerja berstirahat di tumpukan karung beras Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2020 Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog siap mengamankan pasokan beras di seluruh wilayah Indonesia mencapai 1,7 juta ton. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog terus memaksimalkan penyaluran program bantuan sosial (Bansos) Beras kepada keluarga penerima manfaat-program keluarga harapan (KPM-PKH) untuk alokasi Agustus-Oktober 2020 di berbagai di provinsi Indonesia.

Program Bantuan Sosial Beras ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran KPM-PKH Kementerian Sosial di seluruh Indonesia, agar kebutuhan pangan beras bagi warga terkena dampak Covid-19 bisa terpenuhi dan tetap terjaga kesehatannya.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan, penyaluran Bansos Beras di seluruh wilayah berdasarkan data Bulog per 1 Oktober 2020 mencapai 146.968.329 kg.

"Keberhasilan itu tidak terlepas dari kerja Tim Monitoring dan Evaluasi di seluruh wilayah kerja Perum Bulog yang terus menerus memantau secara langsung kegiatan tersebut dengan tujuan meminimalisir pelanggaran," kata Awaluddin, Jumat (2/10/2020).

Untuk rata-rata realisasi harian, Bulog mampu menyalurkan puluhan ribu ton beras kepada seluruh keluarga penerima manfaat dengan menganut quality control management.

Implementasinya sudah ditetapkan dari gudang hingga ke transporter (DNR Logistic dan BGR Logistic). Seluruh proses dilakukan dengan professional dan sesuai dengan ketentuan.

"Tim monitoring dan evaluasi terus berkerjasama dengan Kejaksaan Negeri untuk mengusut laporan masyarakat terkait temuan campuran biji plastik dalam beras Bansos, dan dapat kami pastikan beras tersebut bukan berasal dari Bulog," ujar Awaludin.

2 dari 4 halaman

Dapat Tugas Bansos, Bulog Bakal Serap Lebih dari 1,4 Juta Ton Beras

Pasokan Melimpah dan Stok Gudang Penuh, Operasi Pasar Tidak Perlu
Perbesar
Bulog tak perlu melakukan operasi pasar beras. Karena jika stok beras di pasar berlebih, akan beresiko bagi petani.

Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Perum Bulog meluncurkan Program Bantuan Sosial Beras kepada 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH). Penyaluran bantuan ini seluruhnya memakai porsi cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, program bansos beras ini di saat bersamaan dapat membantu tugas perusahaan untuk meningkatkan penyerapan gabah petani.

"Program ini sekaligus akan membantu petani. Mulai hari ini kami akan menyerap lagi sebanyak mungkin produksi (gabah) petani. Tidak ada alasan untuk tidak menyerap," tegasnya di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Buwas pun yakin, penyaluran bansos beras ini bakal menolong Bulog untuk mencapai target penyerapan gabah dan beras tahun ini yang sebesar 1,4 juta ton, bahkan lebih.

"Bisa mencapai target, bahkan bisa lebih (dari 1,4 juta ton). Sudah pasti akan meningkat," ujar Buwas.

Sebagai catatan, hingga 2 September 2020, Perum Bulog sudah menyerap 931.577 ton beras, dengan realisasi penyaluran 947.984 ton, beras operasi pasar 849.835 ton, dan realisasi beras bantuan pangan non-tunai (BPNT) 247.732 ton.

Adapun Bulog saat ini tercatat memiliki stok beras sekitar 1,4 juta ton, dengan komposisi CBP 1,37 juta ton dan beras komersial 46.788 ton.

3 dari 4 halaman

Kucurkan Beras Bansos untuk 10 Juta Keluarga, Bulog Bisa Refreshing Stok

FOTO: Melihat Proses Pengemasan Bantuan Sosial Pemerintah Pusat
Perbesar
Pekerja memindahkan paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah pusat menyalurkan paket bansos selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Perum Bulog menyatakan akan segera menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Dalam program ini, setiap KPM akan mendapatkan 15 kg beras per bulan selama 3 bulan.

Direktur Operasi Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengungkapkan rasa senang atas penugasan tersebut. Sebab, itu bakal mempermudah misi perseroan untuk pendistribusian beras yang total sudah tersimpan di gudang hingga 1,4 juta ton.

Dalam program ini, Tri Wahyudi melanjutkan, Bulog akan mengeluarkan stok 900 ribu ton beras yang terbagi dalam dua tahap, masing-masing 450 ribu ton untuk 3 bulan

"Alhamdulillah dalam waktu dekat kita ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk mengeluarkan stok Bulog untuk bansos dalam rangka pandemi Covid-19 kepada 10 juta KPM. Jadi Insya Allah dalam waktu dekat kami akan bisa mengeluarkan sekitar 450 ton," tuturnya dalam sesi teleconference, Kamis (13/8/2020).

Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah yang dianggapnya telah memberi peluang kepada Bulog untuk refreshing stok.

"Kami apresiasi pemerintah telah memberi peluang untuk ini. Sehingga Bulog bisa bisa refreshing stok, yang lama bisa keluar kemudian kami beli lagi yang baru," ujar Tri Wahyudi.

Belum lama ini, Menteri Sosial Juliari P Batubara juga telah memberi sinyal akan segera mendistribusikan bansos beras ini kepada 10 juta KPM program keluarga harapan (PKH).

"Bansos beras didistribusikan seberat 15 kg per bulan untuk setiap KPM selama 3 bulan. Anggaran yang disiapkan untuk bansos beras kepada 10 juta KPM sebesar Rp 5,41 triliun," jelas Juliari.  

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓