Pedagang Terdampak Kebakaran di Pasar Cempaka Putih Bakal dapat Bantuan

Oleh Tira Santia pada 28 Sep 2020, 13:15 WIB
Diperbarui 28 Sep 2020, 13:15 WIB
FOTO: Pasar Cempaka Putih Ludes Diamuk si Jago Merah
Perbesar
Pedagang meratapi kios yang ludes akibat kebakaran melanda Pasar Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (24/9/2020). Kebakaran yang diduga akibat ledakan tabung gas dari lapak potong ayam tersebut menghanguskan 807 kios dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 9 miliar. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM akan memberikan bantuan program sesuai kebutuhan para pedagang Pasar Cempaka Putih yang terdampak pasca kebakaran di pasar tersebut.

Adapun kebakaran yang terjadi pada Kamis (24/9), mengorbankan  sebanyak 672 kios terkabar dan 404 kios selamat, dengan kerugian diperkirakan Rp 24,8 miliar.

"Pertama-tama kami ikut prihatin dengan musibah ini dan berharap pedagang yang terdampak musibah ini diberikan kesabaran. Kami juga kebetulan tinggal di daerah Cempaka Putih dan sering berbelanja disini,'' kata Sekretaris KemenkopUKM Rully Indrawan disela penyerahan bantuan 1000 masker dari KemenkopUKM dan bantuan sembako dari LPDB KUMKM kepada pedagang anggota Koppas Cempaka Putih yang terdampak musibah kebakaran pasar Cempaka Putih, di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi internal dilingkungan KemenkopUKM untuk memberikan bantuan tanggap darurat kepada para pedagang, maupun eksternal termasuk kepada PD Pasar Jaya yang mengelola pasar Cempaka Putih.

"Selanjutnya KemenkopUKM juga menyiapkan bantuan program yang Insha Allah dialokasikan pada 2021, kita akan kaji bantuan apa yang cocok dan sesuai kebutuhan para pedagang terdampak musibah kebakaran pasar Cempaka Putih ini," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut LPDB KUMKM Supomo mengatakan kehadirannya di pasar Cempaka Putih karena LPDB KUMKM sudah menganggap Koppas Cempaka Putih sebagai keluarga besar.

"Kami juga merasakan itu, karena kemarin saya masih kunjungan ke luar kota baru sekarang saya bisa hadir," kata Supomo.

Supomo mengatakan pinjaman yang sudah dinikmati pedagang, akan diberikan kelonggaran pada Koppas Cempaka putih untuk penundaan pembayaran sampai 12 bulan.

"Kami juga sadar pedgang butuh modal kerja lagi untuk menggeliat lagi, kami masih hitung untuk bantuan modal kerja baru. Memang ini harus dibersihkan dulu yang penting Tempat Penampungan Sementara (TPS) dibangun dulu karena harus ada tempat dulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," pungkas Supomo.   

2 dari 3 halaman

Api di Pasar Cempaka Putih Diduga dari Kios Pemotongan Ayam

FOTO: Pasar Cempaka Putih Ludes Diamuk si Jago Merah
Perbesar
Petugas pemadam melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran Pasar Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (24/9/2020). Kebakaran yang diduga akibat ledakan tabung gas dari lapak potong ayam tersebut menghanguskan 807 kios dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 9 miliar. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kebakaran melanda Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Api diduga berasal dari kios pemotongan ayam yang ada di bagian dalam pasar, Kamis pagi.

"Informasi awal sumber api berasal dari kios pemotongan ayam, tapi untuk ledakan gas atau bukan itu masih dalam penyelidikan," kata Kapolsek Cempaka Putih Kompol Chitya Intania Chitya, saat ditemui di lokasi, Kamis (24/9/2020), seperti dikutip dari Antara.

Chitya mengatakan, api mulai melalap kios pemotongan ayam di Pasar Cempaka Putih pada pukul 09.30 WIB dan dengan cepat menyambar kios-kios lain di sekitarnya.

Sementara itu, salah satu saksi mata bernama Samsudin yang merupakan petugas kebersihan di Pasar Cempaka Putih mengatakan sempat mendengar ledakan dari kios pemotongan ayam.

"Tadi saya dengar suara ledakan dari kios (pemotongan ayam) itu, itu yang pada kerja di situ langsung pada keluar," kata Samsudin. 

Hingga pukul 11.10 WIB para petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat masih berusaha memadamkan api yang masih membakar pasar dengan jumlah total pedagang sebanyak 700 orang.

Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan karena akses sumber air yang sulit didapatkan.

Warga-warga sekitar pun terlihat banyak menonton pemadaman api dan para pedagang yang masih tersisa masih berusaha menyelamatkan barang-barang yang belum terbakar.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by