Rupiah Menguat Didorong Data Pengangguran AS Masih Tinggi

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 18 Sep 2020, 11:17 WIB
Diperbarui 18 Sep 2020, 11:19 WIB
FOTO: Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat
Perbesar
Teller menghitung mata uang Rupiah di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada akhir pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Jumat (18/9/2020), rupiah dibuka di angka 14.755 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka 14.832. Pada pukul 11.15 WIB, rupiah berada di 14.730 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.729 per dolar AS hingga 14.767 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,23 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.768 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.878 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pagi ini terlihat dolar AS melemah terhadap mata uang regional karena pasar meragukan kelanjutan pemulihan ekonomi AS.

"Data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS masih dirilis cukup besar di kisaran 860 ribu klaim, yang artinya pengangguran masih besar karena pandemi," ujar Ariston seperti dikutip dari Antara, Jumat (18/9/2020).

Menurut Ariston, mata rupiah berpotensi menguat hari ini karena sentimen dari Negeri Paman Sam tersebut.

"BI rate yang ditahan juga membantu penguatan rupiah karena perbedaan yield yang masih besar," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Prediksi

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat
Perbesar
Teller menunjukkan mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi menguat di kisaran Rp14.750 per dolar AS hingga Rp14.900 per dolar AS.

Pada Kamis (17/9) lalu rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.833 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.843 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa