Per 15 September, Subsidi Tambahan Bunga KUR Disalurkan ke 7,9 Juta Debitur

Oleh Liputan6.com pada 17 Sep 2020, 10:50 WIB
Diperbarui 17 Sep 2020, 10:50 WIB
BRI membantu para pelaku UMKM
Perbesar
BRI memberikan bantuan ke UMKM dalam bentuk KUR.

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir melaporkan sampai dengan 15 September 2020 subsidi tambahan bunga KUR sudah diberikan kepada 7,90 juta debitur. Adapun dari jumlah debitur tersebut baki debet-nya mencapai Rp189,82 triliun.

"Realisasi sampai 15 September sebanyak 7,90 juta debitur dengan baki debet Rp189 triliun," katanya dalam webinar di Jakarta, Kamis (17/9).

Dia mengatakan, jika melihat dari data realisasi penerima KUR semua menunjukan penerima aktif terus bertambah. Sehingga tidak ada istilah bahwa subsidi KUR diberikan pemerintah tidak berjalan di lapangan. Meskipun penerima KUR aktif sekarang mencapai 7,25 debitur.

"Yang tidak dapat ini karena kolektibilitas tidak lancar karena dapat subsidi bunga sebelumnya kolektibilitasnya 1 dan 2 berpengaruh kepada seberapa besar debitur yang mendapatkan subsidi bunga," jelas dia.

Di samping itu pihaknya juga mencatat penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan sudah diberikan kepada 1,37 juta debitur dengan baki debet mencapai Rp 44,67 triliun.

Adapun dari jumlah itu meliputi perpanjangan waktu diberikan kepada 1,37 juta debitur dengan baki debet Rp43,77 triliun dan penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 15 debitur dengan baki debet Rp2,46 miliar.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

Pemerintah Target Penyaluran KUR Capai Rp 230 Triliun di 2021

Bunga KUR Turun
Perbesar
Pekerja memotong tahu yang baru dicetak di industri rumahan kawasan Jakarta, Selasa (17/12/2019). Pemerintah juga menaikkan plafon penyaluran KUR plafon secara signifikan 36% dari Rp 140 triliun menjadi Rp 190 triliun tahun 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di tahun depan sebesar Rp 230 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan target pada 2020 yang hanya sebesar Rp190 triliun.

"Ekkspansi KUR terus, di mana target tahun ini Rp 190 triliun, tahun depan ditargetkan menjadi Rp230 triliun," katanya dalam acara diskusi virtual di Jakarta, Kamis (10/9).

Airlangga menyebut, realisasi KUR bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus mengalami peningkatan. Di mana, data per Agustus realisasinya sudah mencapai Rp103,17 triliun dari target tahun ini sebesar Rp190 triliun.

"Dan jumlah debiturnya 3 juta orang. Artinya ini program di UMKM terkait dengan relaksasi dari pembayaran bunga yang disusbidi pemerintah sduah berjalan," kata dia.

Sevelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2020 akan lebih rendah dari target. Pemerintah mematok penyaluran KUR di tahun ini mencapai Rp190 triliun.

Menurut Iskandar, berdasarkan hasil rapat komite terbaru realisasi penyaluran KUR sepanjang 2020 diperkirakan hanya mencapai Rp160 triliun. Penurunan ini karena adanya pandemi Covid-19.

"Diperkirakan KUR tahun ini tidak mencapai target. Berdasarkan rapat komite terakhir diperkirakan KUR terealisasi hanya Rp160 triliun walaupun ditetapkan Rp 190 triliun akibat Covid-19 ini," katanya dalam webinar via YouTube, Rabu (15/7).

Menurutnya rendahnya realisasi KUR ini diakibatkan oleh sejumlah perbankan mengalami kendala dalam penyaluran di tengah pandemi ini. Beruntung, kini sudah ada lembaga keuangan yang bisa diandalkan untuk mempercepat proses penyaluran KUR.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓