Moya Indonesia Terpilih Jadi Pengelola Sumber Daya Air di Batam

Oleh Ajang Nurdin pada 14 Sep 2020, 20:20 WIB
Diperbarui 14 Sep 2020, 20:20 WIB
PT Moya Indonesia resmi mengelola air Batam setelah memenangkan tender lelang Sistem Pengelolaan Air Minum Batam.
Perbesar
PT Moya Indonesia resmi mengelola air Batam setelah memenangkan tender lelang Sistem Pengelolaan Air Minum Batam.

Liputan6.com, Jakarta - PT Moya Indonesia resmi mengelola air di Batam setelah memenangkan tender lelang Sistem Pengelolaan Air Minum. Perusahaan ini akan menggantikan PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang selama ini menjadi pemegang konsesi pengelola air di Batam.

Adapun kontrak pengelolaan air di Batam ini disepakati dalam penandatangan kerja sama antara BP Batam dengan PT Moya pada Senin (14/9/20/20).

Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi menyatakan, penunjukan Moya melewati proses lelang secara terbuka dengan mengundang 4 perusahaan pengelola air yang dinilai berpengalaman.

"Kami undang empat perusahaan, PT ATB, PT Moya Indonesia, PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur  (PP Infrastruktur) dan PT Suez Water Treatment Indonesia,” kata Rudi dalam jumpa pers di BP Batam, Senin (14/9/20).

Namun dalam perjalanan, ATB mengundurkan diri. Disusul dengan Suez yang tak melengkapi dokumen. Sehingga kontestan tersisa Moya dan PP Infrastruktur. Dari hasil penilaian, Moya mengantongi skor 92 persen, lebih unggul daripada PP Infrastruktur yang mendapat skor 82 persen.

Terpilihlah Moya sebut Rudi untuk melanjutkan konsesi ATB yang telah berakhir untuk masa transisi selama 6 bulan. Pekerjaan Moya akan dimulai pada 15 November sampai 15 Mei 2021.

Rudi mengatakan kesempatan Moya dan perusahaan pengelola air lainnya sama selanjutnya jika ingin meneruskan konsesi untuk 25 tahun, semuanya harus ikut tender.

“Semua mau masuk boleh, termasuk ATB mau masuk lagi juga boleh. Semua terbuka,” kata Rudi.

Rudi berharap dengan pengelolaan air di tangan Moya akan lebih baik daripada sebelumnya. Sehingga persoalan air tak mengganggu investasi di Batam. Kebutuhan masyarakat akan air pun tercukupi dengan baik.

“Bukan berarti yang lama tidak bagus, tapi semoga jadi lebih bagus. Tak ada lagi air mati bergilir,” kata Rudi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Melayani Masyarakat

Sementara itu CEO Moya Indonesia Mohamad Selim mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam tata kelola air di Batam ini adalah wujud dukungan terhadap pemerintah khususnya BP Batam untuk melayani masyarakat.

“Intinya tak ada maksud lain, kami mendukung BP Batam untuk memberikan pelayanan lebih baik,” kata Selim.

Selim cukup senang bisa ekspansi ke Batam. Sebelumnya Selim mengaku, Moya sudah terbiasa mengelola bisnis pengelolaan air yang berhubungan dengan pemerintah, mencakup dari Semarang hingga Jakarta.

“Insha Allah berdasarkan pengalaman yang kami punya, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik, dalam hal ini untuk mengelola masalah air di Batam. Mulai dari air baku, produksi dan suplai ke pelanggan,” Ungkapnya.

Lanjutkan Membaca ↓