Luncurkan Batara Spekta, BTN Targetkan Tingkat Tabungan Naik jadi 14 Persen

Oleh Athika Rahma pada 09 Sep 2020, 14:40 WIB
Diperbarui 09 Sep 2020, 14:40 WIB
20160722-ATM Bank BTN- Tax Amnesty-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Nasabah melakukan transaksi di ATM Bank BTN, Jakarta, Jumat (22/7). Bank BTN siap menampung dana repatriasi dari kebijakan penghapusan pajak (tax amnesty) yang mulai diberlakukan pemerintah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan peluncuran awal (soft launching) program loyalitas Batara Spekta hari ini, Rabu (9/9/2020). Program ini memberikan benefit kepada nasabah melalui penukaran poin transaksi yang dikumpulkan.

Direktur Utama BTN Pahala Mansury menyatakan, program Batara Spekta membidik generasi milenial profesional yang baru bekerja agar dapat membiasakan menabung untuk masa depan.

Dengan adanya Batara Spekta, Pahala menargetkan tingkat pertumbuhan tabungan BTN naik mendekati 14 persen hingga akhir tahun.

"Sampai Juli 2020 kita tumbuh 8,9 persen yoy. Sampai akhir tahun kita proyeksi bisa tumbuh di atas 10 persen, kira-kira mendekati 14 persen, dengan adanya Batara Spekta dan ini hanya untuk Bataranya saja, belum yang Batara Prima," ujar Pahala dalam tayangan virtual, Rabu (9/9/2020).

Pahala menjelaskan, program Batara Spekta diproyeksi akan menggaet 250 ribu hingga 300 ribu nasabah baru hingga akhir tahun dengan dana yang terkumpul di kisaran Rp 6 hingga 9 triliun.

Batara Spekta diyakini menggenjot pertumbuhan tabungan karena memberikan benefit dari penukaran poin-poin yang dikumpulkan selama rekening aktif bertransaksi, sehingga bisa menarik minat calon nasabah.

"Kalau ingin redeem bisa masuk ke https://poinspekta.btn.co.id lalu bisa ditukar voucher atau juga ikut lelang," kata Pahala.

Jika sudah terakumulasi, poin bisa ditukarkan dalam bentuk voucher untuk digunakan di Alfamart, Transmart Carrefour, Tokopedia, Grab, Traveloka dan masih banyak merchant lain dan akan terus bertambah jumlahnya. Jumlah poin minimal yang bisa ditukar ialah 250 poin.

Poin juga bisa diredeem melalui lelang dengan hadiah modern berupa smartphone iPhone, Samsung, Macbook, Sneaker Air Jordan, sepeda Brompton hingga grand prize rumah mewah.

2 dari 4 halaman

BTN Kebut Penyaluran KPR Subsidi

BTN Salurkan Lebih dari 735 Ribu Rumah Bersubsidi
Perbesar
Pemilik rumah membuat rangka penguat dapur rumah di Perumahan Griya Samaji,Cieseng, Bogor, Rabu (19/02/2020). BTN pada 2019 telah merealisasikan 735.000 rumah dalam Program pemerintah satu juta rumah dengan kredit kepemilikan rumah bersubsidi sekitar Rp 111 trilyun. (merdeka.com/Arie Basuki)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN terus berinovasi untuk mendorong laju penyaluran KPR Subsidi untuk membantu pemerintah mempercepat pencapaian Program Satu Juta Rumah.

Salah satu inovasi terbaru adalah dengan merilis fitur baru untk KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT yaitu fitur Graduated Payment Mortgage.

Apa yang menarik dari fitur ini adalah suku bunga kredit yang diberikan fixed sebesar 10 persen selama 3 tahun dengan perbedaan mencolok dengan KPR BP2BT yang lama yang belum dilengkapi fitur GPM, versi sebelumnya belum menggunakan sistem suku bunga berjenjang pada 3 tahun pertama kredit berjalan.

Adapun KPR BP2BT merupakan salah satu skema KPR Subsidi selain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP dan Subsidi Selisih Bunga atau SSB.

“Kami harapkan dengan fitur Graduated Payment Mortgage atau GPM angsuran dapat lebih terjangkau sehingga masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah dapat lebih antusias menggunakan skema KPR BP2BT untuk dapat memiliki rumah impiannya,” kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Untuk menggaet minat nasabah, BP2BT tak kalah menarik dengan skema FLPP maupun SSB. Pahala memaparkan, dengan fitur baru, keringanan yang diperoleh masyarakat makin bertambah untuk mendapatkan rumah tapak maupun rumah susun yang diidamkan.

Pertama, uang muka atau down payment (DP) mulai dari 1 persen dari harga jual rumah. Kedua, mendapatkan bantuan uang muka sebesar 45 persen dari harga rumah atau maksimal Rp 40 juta.

Ketiga, jangka waktu kredit atau tenor hingga 20 tahun. Dan yang keempat, terbaru fitur GPM, suku bunga kredit hanya 10 persen untuk 3 tahun pertama dan suku bunga selanjutnya akan mengambang atau floating dengan tetap memperhatikan batas tertinggi yang ditetapkan Pemerintah.

3 dari 4 halaman

Mempercepat Penyaluran Kredit

BTN Salurkan Lebih dari 735 Ribu Rumah Bersubsidi
Perbesar
Suasana Perumahan Griya Samaji, Cieseng, Bogor, Rabu (19/2/2020). Bank Tabungan Negara (BTN) pada 2019 telah merealisasikan 735.000 rumah dalam Program pemerintah satu juta rumah dengan kredit kepemilikan rumah bersubsidi sekitar Rp 111 trilyun. (merdeka.com/Arie Basuki)

Menurut Pahala, inovasi tersebut menjadi strategi Bank BTN untuk mempercepat penyaluran KPR Subsidi selain menggunakan skema FLPP maupun SSB. Bank BTN sebagai salah satu Bank yang dipercaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengemban tanggung jawab untuk menyalurkan KPR subsidi, sehingga Bank BTN bukan sekadar bank penyalur, tapi bank yang berkomitmen mendorong pencapaian Program Sejuta Rumah.

“Dengan fitur GPM tersebut, kami menargetkan penyaluran KPR BP2BT hingga akhir tahun ini dapat menyentuh 3.000 unit, adapun per Agustus lalu pencapaian kami baru sekitar 300 unit,” kata Pahala menjelaskan.

Adapun untuk mendapatkan KPR BP2BT, masyarakat yang dapat mengajukan aplikasinya harus memenuhi syarat; belum pernah memiliki rumah, belum pernah mendapatkan subsidi/bantuan perumahan dari Pemerintah, memiliki penghasilan sesuai dengan zonasi penghasilan yang diatur oleh Kementerian PUPR dengan kisaran Rp 6,5 juta untuk rumah tapak dan Rp 8,5 juta untuk rumah susun (penghasilan joint income bagi yang sudah menikah).

Selain itu, telah menabung di Bank selama 3 bulan dengan batasan minimal saldo pada saat pengajuan sebesar Rp 2 juta hingga 5 juta (tergantung besar penghasilan), memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP-El), memiliki Akta Nikah untuk pasangan suami istri, memiliki Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

”Pemohon juga harus memiliki dokumen yang lengkap, seperti keterangan penghasilan, keterangan usaha, dan bagi PNS, Polri atau TNI harus menyertakan surat penempatan terakhir, dan lain surat keterangan lain sebagainya sebagai penguat bahwa pemohon memenuhi persyaratan,” kata Pahala.

Sebagai informasi, BP2BT merupakan penerapan Program National Affordable Housing Program – Program Perumahan Terjangkau (NAHP) dari Bank Dunia dimana Bank Dunia memberikan pinjaman pendanaan dukungan perumahan kepada Pemerintah yang merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari Kerangka Kerja Kemitraan Negara Kelompok Bank Dunia di Indonesia. Kementerian PUPR kemudian menyalurkan Bantuan tersebut melalui bank yang dipercaya, salah satunya Bank BTN.

Adapun tahun ini, berdasarkan siaran pers, Kementerian PUPR menargetkan dapat menyalurkan BP2BT kepada sebanyak 67 ribu rumah tangga MBR.

"Kami mengapresiasi Kementerian PUPR yang mendukung Bank BTN dalam meracik fitur-fitur baru dalam skema BP2BT , dan Bank BTN tetap akan mengembangkan inovasi produk KPR kami lainnya untuk memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk membeli rumah," tutup Pahala.  

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓