Ada Tol, Waktu Tempuh dari Bandung ke Bandara Kertajati Bakal Lebih Cepat

Oleh Septian Deny pada 07 Sep 2020, 20:22 WIB
Diperbarui 07 Sep 2020, 21:29 WIB
Bandara Kertajati
Perbesar
Bandara Kertajati. (Dok. Kemenag)

Liputan6.com, Jakarta - PT PP (Persero) Tbk melaksanakan proses groundbreaking ceremony atas pembangunan proyek Jalan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang dilaksanakan pada hari ini, Senin (7/9/2020).

Dalam acara groundbreaking ceremony tersebut turut dihadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Bupati Majalengka Karna Sobahi, Direktur Utama PT Astra Infra Djap Tet FA, Direktur Utama Perseroan Novel Arsyad, Direktur Operasi II Perseroan M. Toha Fauzi, SVP Divisi Infrastruktur 1 Bandung Sasmitoharjo, SVP Corporate Secretary Yuyus Juarsa, dsb. Pelaksanaan groundbreaking ceremony tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Proyek pembangunan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati yang berlokasi di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat ini ditargetkan dapat mulai beroperasi pada November 2021.

"Perseroan optimistis dapat menyelesaikan pembangunan proyek Jalan Tol Akses BIJB Kertajati ini tepat waktu. Dengan masa pelaksanaan proyek yang dimiliki oleh Perseroan selama 12 belas bulan, Perseroan yakin dapat menyelesaikan proyek dengan kualitas terbaik," ungkap Direktur Utama Perseroan Novel Arsyad  dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Proyek yang dimiliki oleh PT Astra Infra ini dikerjakan dengan masa pelaksanaan proyek selama 12 bulan dan masa pemeliharaan proyek selama 720 hari kalender sejak berita acara serah terima. Berbekal pengalaman dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan oleh Perseroan dalam mengerjakan berbagai proyek, Perseroan dipercaya oleh PT Astra Infra untuk mengerjakan Paket 1 Mainroad.

Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Perseroan, antara lain pekerjaan tanah & main road, pekerjaan overbridge (jembatan), pekerjaan box culvert, pekerjaan box traffic, pekerjaan ramp 6, pekerjaan ramp 7, dsb. Pembangunan pekerjaan main road yang dilakukan oleh Perseroan sebanyak 2 jalur dengan 4 lajur dengan panjang ±1,85 kilometer, sedangkan pekerjaan 2 ramp masing-masing terdiri 1 (satu) jalur dengan 2 lajur sepanjang ±0,3 kilometer.

Proyek Jalan Tol Akses BIJB Kertajati merupakan penambahan lingkup Jalan Tol Cipali yang diharapkan akan menghubungkan Kota Bandung dan sekitarnya melalui Jalan Tol Cisumdawu menuju ke Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati.

Dengan adanya pembangunan proyek ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat akses. Selain itu, pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang serta perekonomian di sekitarnya.

"Perseroan pun berharap dengan dibangunnya proyek Jalan Tol Akses BIJB Kertajati dapat meningkatkan perekonomian di daerah tersebut. Selain itu, pembangunan proyek ini dapat mempermudah dan mempercepat akses di sekitar Bandara Kertajati,” ujar Novel.

2 dari 4 halaman

Tol Bandara Kertajati Ditargetkan Rampung Sebelum Pemberangkatan Haji 2021

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meresmikan pembangunan ruas tol akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meresmikan pembangunan ruas tol akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. (Dok Kementerian PUPR)

Pembangunan ruas tol akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati resmi dimulai. Pembangunannya dilaksanakan PT Lintas Marga Sedaya yang merupakan bagian dari Astra Infra selaku pemegang konsesi, dan juga PT PP dan PT ACSET Indonusa Tbk selaku kontraktor pelaksana.

Konstruksi ruas tol ini akan dibangun selama 12 bulan dengan nilai proyek sebesar Rp 692 miliar. Meskipun demikian, Tol Akses Bandara Kertajati ini dapat tersambung untuk pemberangkatan haji pada Juli 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dengan dibangunnya ruas tol akses Bandara selama satu tahun ke depan bersamaan dengan target rampungnya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu pada akhir 2021, diharapkan akan mendukung konektivitas menuju bandara sehingga berkontribusi mengembangkan kawasan Kertajati.

"Dengan rampungnya Jalan Tol Cisumdawu nanti dan tersambung dengan ruas tol akses Bandara Kertajati maka akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam. Dengan konektivitas yang semakin meningkat maka operasional bandara akan semakin meningkat dan kompetitif, sehingga diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung," kata Menteri Basuki dalam acara Ground Breaking Jalan Tol Akses Bandara Kertajati, Senin (7/9/2020).

Disebutkan Menteri Basuki, di tengah pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur diharapkan menjadi salah satu pengungkit pemulihan ekonomi nasional.

"Terutama untuk membuka lapangan kerja, bahkan disampaikan tadi pembangunan jalan tol akses Bandara Kertajati ini diupayakan sebisa mungkin sebagian dikerjakan dengan skema padat karya," tuturnya.

Tidak lupa, Menteri Basuki berpesan agar dalam pelaksanaan pembangunan tol ini selama pandemi Covid-19 harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan senantiasa memakai masker dan menjaga jarak (physical distancing).

"Jaga juga kualitas konstruksi dengan jadwal yang telah ditetapkan," imbuhnya.

  

3 dari 4 halaman

Terhubung Cipali dan Cisumdawu

Tol Palimanan Arah Cikampek
Perbesar
Kendaraan yang didominasi pemudik melintasi Jalan Tol Cipali di kawasan Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (8/7). Diberlakukannya sistem satu arah atau one way menyebabkan jalur Trans Jawa dari arah Palimanan menuju Cikampek ramai lancar pada H+3 Lebaran. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Adapun pembangunan ruas tol akses Bandara Kertajati ini merupakan penambahan lingkup Jalan Tol Cipali. Jalan tol dengan panjang 3,7 km tersebut akan dibangun tambahan ramp sekitar 3,35 km yang akan menghubungkan bandara dengan Jalan Tol Cikampek–Palimanan (Cipali) dan Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu).

Group CEO Astra Infra Djap Tet Fa menyatakan, jalan tol akses menuju BIJB Kertajati terkoneksi dengan Jalan Tol Cipali, yang dimulai dari KM 158+700 dengan lebar lajur 3,6 meter yang memiki jumlah 4 lajur untuk dua arah.

"Pelaksanaan sebagiannya akan dilaksanakan dengan skema padat karya untuk menyerap tenaga kerja. Pembangunannya ditargetkan selama 12 bulan hingga November 2021. Namun diharapkan pada Juli 2021 sudah dapat uji coba fungsi dan laik operasi untuk keberangkatan jemaah haji Provinsi Jawa Barat," tuturnya. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓