Harga Minyak Anjlok Hampir 4 Persen ke Level Terendah Pekan Ini

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 05 Sep 2020, 08:30 WIB
Diperbarui 05 Sep 2020, 08:30 WIB
Bursa Saham AS Positif Bikin Harga Minyak Naik
Perbesar
Harga minyak cenderung variatif didorong sentimen ketegangan Rusia-Ukraina dan serangan Amerika Serikat ke Irak.

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta), menuju penurunan mingguan terbesar sejak Juni. Hal ini karena kekhawatiran seputar pemulihan ekonomi yang lambat dari pandemi COVID-19 menambah kekhawatiran tentang permintaan minyak yang lemah.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (5/9/2020), harga minyak mentah Brent ditutup turun USD 1,41, atau 3,2 persen ke level USD 42,66 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate turun USD 1,60 atau 3,8 persen menjadi USD 39,77 per barel.

Harga minyak tertekan oleh penurunan berkepanjangan di pasar ekuitas AS dan laporan pertumbuhan pekerjaan AS yang melambat lebih jauh pada bulan Agustus karena bantuan keuangan dari pemerintah telah habis.

Nonfarm payrolls meningkat sebesar 1,37 juta pekerjaan bulan lalu, meskipun pekerjaan tetap 11,5 juta di bawah tingkat pra-pandemi dan tingkat pengangguran 4,9 poin lebih tinggi dari pada bulan Februari.

Tingkat pengangguran turun menjadi 8,4 persen bulan lalu, dibandingkan dengan perkiraan 9,8 persen, yang menurut beberapa analis pasar akan mengurangi urgensi di Washington D.C. untuk mengesahkan undang-undang stimulus ekonomi tambahan.

“Harapan untuk lebih banyak stimulus akan keluar. Kami perlu melihat aktivitas ekonomi kembali naik untuk mendapatkan aliran permintaan," kata John Kilduff, Partner di Again Capital di New York.

Sebuah laporan pemerintah AS minggu ini menunjukkan permintaan BBM domestik telah turun lagi, sementara persediaan distilat menengah di pusat minyak Singapura di Asia telah melampaui level tertinggi dalam 9 tahun, data resmi menunjukkan. .

"Gambaran pasar yang lebih besar adalah sentimen penurunan secara keseluruhan yang dimulai dengan laporan permintaan BBM yang lebih rendah pada hari Rabu," kata Paola Rodriguez-Masiu, Analis di Rystad Energy.

Permintaan minyak global bisa turun 9-10 juta barel per hari (bph) tahun ini karena pandemi, kata Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

Sebuah rekor pemotongan pasokan sejak Mei oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, telah mendukung harga.

OPEC dimulai pada Agustus untuk mengurangi skala pemotongan, meningkatkan produksi hampir 1 juta barel per hari, menurut survei Reuters.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Harga Minyak Turun ke Level Terendah dalam 1 Bulan

Ilustrasi Harga Minyak Naik
Perbesar
Ilustrasi Harga Minyak Naik (Liputan6.com/Sangaji)

Harga minyak turun lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), berbalik arah karena permintaan bensin turun di Amerika Serikat pada minggu terakhir. Hal ini menjadi indikasi bahwa pemulihan ekonomi dari pandemi mungkin lebih lambat dari yang diharapkan.

Dikutip dari CNBC, Kamis (3/9/2020), harga minyak berjangka berubah negatif setelah data mingguan pemerintah dari AS menunjukkan permintaan bensin yang lebih rendah dari seminggu sebelumnya, mengabaikan data persediaan minyak mentah yang bullish.

Persediaan minyak mentah turun 9,4 juta barel dalam pekan lalu menjadi 498,4 juta barel, jauh lebih curam daripada penurunan 1,9 juta barel yang diperkirakan analis dalam jajak pendapat Reuters. Data tersebut mencerminkan periode di mana Badai Laura menutup fasilitas produksi dan pemurnian.

Harga minyak mentah Brent turun USD 1,15 atau 2,5 persen menjadi USD 44,43 per barel, setelah dua hari mengalami kenaikan harga. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate ditutup 2,9 persen atau USD 1,25 ke level USD 41,51 per barel.

Harga minyak telah pulih dari posisi terendah bersejarah yang dicapai pada bulan April, ketika Brent merosot ke level terendah 21 tahun di bawah USD 16 dan minyak mentah AS mengakhiri satu sesi di wilayah negatif.

Sebuah rekor pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, telah mendukung harga.

Produsen telah mulai mengembalikan harga minyak mentah ke pasar karena sebagian permintaan pulih dan OPEC pada Agustus menaikkan produksi sekitar 1 juta barel per hari (bph), survei Reuters menemukan pada Selasa.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓