Menko Luhut Luncurkan Organisasi Pengelolaan Sampah Kemasan

Oleh Liputan6.com pada 25 Agu 2020, 14:15 WIB
Diperbarui 25 Agu 2020, 14:15 WIB
Menperin Airlangga dan Menko Luhut Hadiri Rakorbidnas III Kemaritiman PDIP
Perbesar
Menko Kemaritiman ‎Luhut Binsar Pandjaitan memberi pemaparan dalam Rakorbidnas III Kemaritiman PDIP, Jakarta, Minggu (8/4). Program ini fokus pada pengembangan Industri Maritim Terintegrasi Gotong Royong (IMT GR). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyambut baik peluncuran Organisasi Pengelolaan Sampah Kemasan atau Packaging Recovery Organization (PRO) oleh Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE). Dia menilai PRO dapat mendorong pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia.

"Saya mendukung sepenuhnya atas organisasi pemulihan ini (PRAISE). Terbentuknya pro merupakan suatu inovasi untuk ekonomi sirkular," ujar Luhut dalam acara peluncuran Packaging Recovery Organization (PRO) di Kantornya, Selasa (25/8).

Kemudian, dia meminta PRAISE dapat bekerja sama dengan bank sampah untuk mengoptimalkan serapan sampah kemasan yang akan diolah dengan mekanisme PRO.

"Di salah satu bank sampah di Lombok mampu mengumpulkan 50 ton per tahun sampah plastik. Itu perlu dibina untuk simpul ekonomi sirkular," ujarnya.

Luhut mencatat potensi ekonomi sirkular jika serius dikembangkan dapat menyerap sebanyak 120.000 tenaga kerja. Bahkan, ada 3,3 juta tenaga kerja informal disekitarnya yang ikut menikmati manfaat dari usaha industri pengolahan sampah modern tersebut.

"Ini fakta dari hasil kunjungan ke salah satu bank sampah induk di Lombok nasabahnya mencapai 2000 kepala keluarga (KK)," jelas dia.

Oleh karena itu, pemerintah daerah (Pemda) diminta tanggap membantu PRAISE dalam menyiapkan infrastruktur pengolahan sampah yang direncanakan dibangun pada akhir tahun ini. Adapun lokasi yakni di Bali dan Surabaya.

Pun, pemda juga diminta mampu mendisiplinkan warganya agar tidak membuang sampah secara sembarangan. Mengingat sampah dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

"Sehingga penanganan sampah harus diselesaikan secara holisitik. Saya titip betul untuk bekerjasama menuntaskan persoalan sampah dengan stakeholder terkait," tukasnya.

Reporter : Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 3 halaman

Luhut Bantah Pengembangan Transportasi Darat Bersifat Jawasentris

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Program Digitalisasi Pariwisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). (Dok Kemenko Marves)
Perbesar
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Program Digitalisasi Pariwisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). (Dok Kemenko Marves)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menampik pembangunan infrastruktur transportasi darat hanya berpusat di Pulau Jawa. Sebaliknya ia mengatakan, pembangunan infrastruktur terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Pembangunan infrastruktur transportasi darat oleh pemerintah tidak hanya di Pulau Jawa saja, tetapi juga tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya dalam webinar bertajuk "Transportasi untuk Merajut Keberagaman", Rabu (19/8).

Luhut mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk melakukan pembangunan infrastruktur transportasi secara merata. Sebab ,transportasi darat mampu memberikan kontribusi signifikan dalam perekonomian nasional.

Hal itu diperkuat oleh studi yang dilakukan LPPM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Disebutkan dengan kenaikan stok jalan sebanyak 1 persen, maka akan menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 8,8 persen.

Oleh karena itu, ia menyebut pembangunan infrastruktur bagi pengembangan sektor transportasi darat secara merata akan menjadi fokus utama pemerintah baik dalam bentuk investasi pemerintah ataupun investasi swasta. Adapun skema proyek pengerjaannya bisa melalui pemerintah, badan usaha, sampai KPBU.

Kendati demikian, pemerintah juga terus mendorong pengembangan transportasi umum ramah lingkungan di Tanah Air. Yakni dengan kendaraan lintas berbasis baterai.

Sehingga, ia berharap penggunaan bahan bakar berbasis fosil dapat ditekan secara signifikan. Imbasnya ekosistem alam dapat lebih terjaga seiring menurunnya polusi yang ditimbulkan oleh penggunaan kendaraan berbasis fosil.

"Kendaraan lintas berbasis baterai ini tidak hanya mengurangi pemakaian fosil semata, tapi juga mengurangidampak buruk terhadap lingkungan atas polusi yang dihasilkan," tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓