Kementan Perluas Areal Sawah 250.000 Ha Tahun Ini, di Mana Lokasinya?

Oleh Liputan6.com pada 19 Agu 2020, 21:36 WIB
Diperbarui 19 Agu 2020, 21:37 WIB
FOTO: Sektor Pertanian Melesat di Masa Pandemi COVID-19
Perbesar
Petani menanam padi di sawah kawasan Tangerang, Banten, Jumat (7/8/2020). PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020 (q to q), bahkan secara y0y sektor pertanian tetap berkontribusi positif yakni tumbuh 2,19 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) akan memperluas areal tanam baru padi atau sawah seluas 250.000 hektare (ha) pada tahun ini. Lokasi areal tanam tersebar di beberapa wilayah demi menambah cadangan pangan nasional.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Akhmad Musyafak menjelaskan, perluasan areal tanam baru akan dilakukan pada kuartal III dan awal kuartal IV tahun ini. Lokasinya antara lain di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu.

"Perluasan areal tanam baru yang ke depan kita lakukan sampai di kuartal III dan beberapa di awal kuartal IV, untuk padi luasnya 250.000 hektare," kata Musyafak seperti melansir laman Antara, Rabu (19/8/2020).

Musyafak menyebutkan ketersediaan pangan pokok seperti beras dan jagung hingga akhir tahun dapat dikatakan aman untuk mencukupi kebutuhan.

Berdasarkan prognosa Kementan, stok beras hingga akhir tahun mencapai 7,1 juta ton, sedangkan jagung berkisar 2,6 juta ton. Namun demikian, Kementan tetap menambah cadangan pangan melalui perluasan areal tanam baru atau sawah.

 

2 dari 3 halaman

Tambahan Pupuk

FOTO: Sektor Pertanian Melesat di Masa Pandemi COVID-19
Perbesar
Petani menanam padi di sawah kawasan Tangerang, Banten, Jumat (7/8/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk mengawal program tersebut, Kementan mengalokasikan kebutuhan pupuk non subsidi sebesar 62.500 ton guna mendukung produktivitas tanaman.

Sebagai upaya dalam memitigasi bencana, Kementan juga menyediakan pompa air, serta 2.000 unit combine harvester dan dryer.

"Kemudian juga ada mobilisasi alsintan di daerah yang memang sudah selesai tanam ke yang akan tanam di setiap kabupaten antarkecamatan," kata Musyafak.

Dari program perluasan areal tanam baru seluas 250.000 hektare, Kementan memproyeksikan produksi yang dihasilkan mencapai 547.200 ton setara beras dengan produktivitas 4 ton per hektare.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓