Beli SBN di Pasar Perdana, BI Gelontorkan Rp 42,9 Triliun

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 19 Agu 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 19 Agu 2020, 19:00 WIB
IHSG Berakhir Bertahan di Zona Hijau
Perbesar
Petugas menata tumpukan uang kertas di ruang penyimpanan uang "cash center" BNI, Jakarta, Kamis (6/7). Tren negatif mata uang Garuda berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai bangkit ke zona hijau (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) hingga 18 Agustus 2020 telah membeli surat berharga negara (SBN) di pasar perdana melalui mekanisme pasar sebesar Rp 42,96 triliun.

"Pembelian ini termasuk dengan skema lelang utama, green shoe option dan private placement," jelas Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam sesi teleconference, Rabu (19/8/2020).

Perry menuturkan, pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar perdana ini dilakukan melalui mekanisme pembelian langsung sesuai dengan keputusan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI pada 7 Juli 2020, berjumlah Rp 82,1 triliun.

"Dengan komitmen Bank Indonesia dalam pembelian SBN dari pasar perdana tersebut, pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya akselerasi realisasi APBN untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional," ujar dia.

Menurut dia, bank sentral akan terus memperkuat sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal pemerintah dalam upaya mendorong program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Bank Indonesia melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana dalam rangka pelaksanaan UU Nomor 2 Tahun 2020, baik berdasarkan mekanisme pasar maupun secara langsung, sebagai bagian upaya mendukung percepatan implementasi program pemulihan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi," tuturnya.

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 3 halaman

Cuti Bersama 21 Agustus 2020, BI Tutup Operasional

Ilustrasi Bank Indonesia
Perbesar
Ilustrasi Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) akan menutup kegiatan operasional pada Jumat, 21 Agustus 2020. Jadwal ini sejalan dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menetapkan jadwal cuti bersama bagi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS pada tanggal tersebut.

Mengutip kalender libur dan kegiatan operasional terbatas di laman resmi BI, Rabu (19/8/2020), bank sentral tutup dalam rangka cuti bersama Tahun Baru Islam 1522 Hijriah. Tahun Baru Islam sendiri jatuh pada sehari sebelumnya, Kamis 20 Agustus 2020.

Keputusan serupa juga diambil PT Bursa Efek Indonesia (BEI), yang bakal meliburkan sesi perdagangan saham pada hari cuti bersama usai perayaan Tahun Baru Islam 1422 Hijriah.

Merujuk pada jadwal libur bursa di laman idx.co.id, BEI menandai Jumat lusa sebagai kalender libur bursa tahun 2020 seiring dengan jadwal cuti bersama pemerintah. Keterangan tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi.

"Libur," kata Inarno kepada Liputan6.com. dengan begitu, perdagangan saham hanya digelar dua hari pada pekan ini. Sebab, BEI juga mencantumkan Senin (17/8/2020) dan Kamis (20/8/2020) sebagai jadwal libur mereka.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓