Jokowi Puji Kinerja BPK di Pidato Kenegaraan

Oleh Athika Rahma pada 14 Agu 2020, 10:54 WIB
Diperbarui 14 Agu 2020, 12:17 WIB
Presiden Jokowi saat datang ke Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Humas DPR)
Perbesar
Presiden Jokowi saat datang ke Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2020). (dok Humas DPR)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasi dan pujiannya terhadap kinerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di tengah krisis Covid-19.

Dirinya berujar, dengan berbagai kesulitan teknis selama pandemi, BPK secara cepat dan cermat telah memeriksa dan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan tahun 2019, memberikan rekomendasi hingga memerintahkan institusi terkait untuk melakukan penyetoran ke kas negara.

"BPK secara cepat dan cermat telah memeriksa dan menyampaikan 1.180 laporan hasil pemeriksaan 2019, memberikan 36.060 rekomendasi kepada pemerintah dan memerintahkan penyetoran ke kas negara senilai Rp 1,39 triliun," ujar Jokowi dalam dalam Pidato Kenegaraan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Jumat (14/8/2020).

Disamping itu, BPK juga berhasil menjaga kinerjanya sebagai pemeriksa eksternal pada badan-badan internasional serta sebagai anggota Independent Audit Advisory Committee di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Adapun beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Keuangan (BPK) telah menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2019 di Istana Negara, Senin (20/7/2020). Laporan ini diserahkan dalam bentuk paket buku dan diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Setiap tahun, pemerintah menyampaikan laporan keuangan sebagai wujud pelaksanaan APBN untuk diperiksa oleh BPK. Laporan keuangan yang disampaikan dalam hal ini terdiri dari 87 Laporan Kementerian dan Lembaga atau LKKL.

Hal ini termasuk Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara atau LKBUN dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat yang mengkonsolidasi seluruh LKKL dan LKBUN tersebut.

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 2 halaman

Jokowi: Ibarat Komputer, Perekonomian Semua Negara Saat Ini Sedang Hang

Jokowi Serahkan Nota Keuangan dan RUU APBN 2020 kepada DPR
Perbesar
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya dalam Sidang Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Nantinya DPR akan membahas RAPBN 2020 untuk selanjutnya disahkan menjadi UU. (Liputan6.com/JohanTallo)

Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada sidang tahunan MPR, sidang bersama DPR dalam rangka HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam Pidato tersebut Jokowi menyatakan semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19.

"Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97 persen, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32 persen," kata dia Jumat (14/8/2020).

Menurut dia, ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17 persen. Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan.

"Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting," ungkap dia.

Jokowi menyatakan, semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya.

"Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar. Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar,menjalankan strategi besar.

Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.

"Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara Upper Middle Income Country. 25 tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju," tutup dia.

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Ketika Bisnis dan Beramal Bersatu