Waskita Karya Sudah Bangun 1.300 Km Jalan Tol di Indonesia

Oleh Athika Rahma pada 13 Agu 2020, 12:50 WIB
Diperbarui 13 Agu 2020, 12:50 WIB
H-3 Lebaran One Way Masih Diberlakukan
Perbesar
Kendaraan pemudik melintas di Jembatan Kalikuto di ruas jalan tol Batang - Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, kepolisian dan pengelola jalan tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Kode Saham: WSKT) menjadi kontraktor spesialis pengembangan infrastruktur konektivitas dalam beberapa tahun terakhir.

President Director Waskita Karya, Destiawan Soewardjono mengungkapkan bahwa Perusahaan yang dipimpinnya telah mendapat kepercayaan untuk membangun lebih dari 1.300 km Jalan Tol.

“Dimulai dengan akuisisi Tol Pejagan – Pemalang dan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu di tahun 2014, Waskita hingga kini terus berperan aktif dalam peningkatan konektivitas jalan tol nasional,” jelas Destiawan kepada wartawan, Kamis (13/8/2020).

“Baik sebagai investor atau kontraktor, Waskita Karya telah dipercaya untuk menyelesaikan sekitar 1.300 km jalan tol di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Waskita melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) sejak tahun 2014 sampai dengan 2019 telah melakukan investasi pada 18 ruas jalan tol dengan panjang ruas kurang lebih 1.013 km dengan nilai investasi lebih dari Rp 150 triliun.

Ruas-ruas tol tersebut berada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Di akhir tahun 2019 terdapat 6 ruas yang telah beroperasi penuh seperti Kanci – Pejagan, Pejagan – Pemalang, Pemalang – Batang, dan Batang – Semarang yang merupakan bagian dari jaringan tol Trans Jawa.

Selain itu terdapat 4 ruas tol yang telah beroperasi secara parsial diantaranya Bekasi – Cawang – Kampung Melayu, ruas Depok – Antasari, dan Bogor – Ciawi – Sukabumi.

WTR juga tengah menyelesaikan beberapa ruas yang berlokasi di wilayah Jabodetabek seperti 3 ruas yang termasuk bagian dari Jakarta Outer Ring Road II (JORR II) yaitu ruas Cimanggis – Cibitung, Cibitung – Tanjung Priok, dan Cinere – Serpong. Di Pulau Sumatera, WTR memegang konsesi untuk 3 ruas tol yaitu ruas Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi yang kini telah beroperasi penuh, ruas Kayu Agung – Palembang – Betung, dan ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat.

“Tujuan kami dalam berinvestasi di sektor jalan tol bukan hanya tentang bisnis, melainkan juga didorong semangat untuk berkontribusi terdapat penguatan ekonomi Indonesia melalui peningkatan konektivitas antar daerah,” ungkap Dirut Waskita Karya itu.

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 3 halaman

Datangkan Investor

Jalan Tol Segmen Sragen-Ngawi
Perbesar
Suasana jalan tol Sragen-Ngawi di kilometer 538 jalan tol Solo-Ngawi, Jawa Tengah, Rabu (28/11). Jalan tol ini bagian dari jaringan jalan Tol Trans Jawa, yang tergabung dalam proyek strategis nasional. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Guna mendukung ekspansi bisnis dan percepatan pembangunan infrastruktur, Waskita Karya aktif mengundang investor lokal maupun asing untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan jalan tol

“Tahun lalu kami telah berhasil mendapatkan investor strategis untuk 2 konsesi jalan tol yaitu Solo – Ngawi dan Ngawi – Kertosono dengan nilai transaksi mencapai hampir Rp2,5 Triliun,” terang Destiawan.

Selain berperan sebagai investor jalan tol, Waskita juga dipercaya untuk menyelesaikan ruas-ruas tol sebagai kontraktor ruas Jakarta – Cikampek II Elevated yang merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia, ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung yang membentang sepanjang 185 KM dari Propinsi Lampung hingga Sumatera Selatan, ruas Jakarta – Cikampek Selatan paket III, ruas Salatiga – Kartasura, dan ruas Kunciran - Parigi. Di pulau Kalimantan dan Sulawesi Waskita juga dipercaya untuk menjadi salah satu kontraktor pelaksana pembangunan ruas Balikpapan – Samarinda dan ruas Manado – Bitung.

Selain terlibat aktif dalam pembangunan jalan tol, Waskita juga memegang peran penting dalam pembangunan infrastruktur lain seperti Light Rail Transit (LRT), Bandara, dan Pelabuhan.

Pada tahun 2015, Waskita mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah untuk melaksanakan penugasan pembangunan LRT Sumatera Selatan yang berlokasi di Palembang. LRT sepanjang 23 KM yang dibangun untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 tersebut telah beroperasi dan merupakan LRT pertama yang ada di Indonesia.

 

3 dari 3 halaman

Proyek Bandara

Terminal Baru Bandara Ahmad Yani (Dok Foto: Angkasa Pura I)
Perbesar
Terminal Baru Bandara Ahmad Yani (Dok Foto: Angkasa Pura I)

Di bidang kebandaraan, Waskita Karya turut terlibat dalam pembangunan beberapa bandara dalam beberapa tahun belakangan, seperti Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Perluasan Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, Sarana dan Gedung Bandara Kertajati Jawa Barat, serta Bandara Hasanudin Makassar. 

Dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan dan dermaga, Waskita juga mendapat kepercayaan untuk menyelesaikan beberapa proyek pelabuhan seperti pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara, Dermaga Noahtu Lampung, dan Pelabuhan Sisi Darat Penajam Kalimantan Timur.

Destiawan optimis kedepannya Waskita Karya akan dapat berkontribusi lebih banyak dalam pembangunan infrastruktur konektivitas mengingat target dari Pemerintah masih cukup banyak yang harus diselesaikan.

“Kami memiliki pengalaman dan skala ekonomi yang besar untuk dapat mendukung pencapaian target-target Pemerintah untuk memajukan infrastruktur Indonesia” kata Destiawan.“Tidak lupa, pengalaman yang kami kumpulkan dari pembangunan infrastruktur dalam Negeri ini akan kami bawa sebagai bekal berharga untuk menjadi pemain di pasar global,” tutupnya.

Lanjutkan Membaca ↓