Sri Mulyani: 205 Penerima Beasiswa dan alumni LPDP Ikut Tangani Corona

Oleh Liputan6.com pada 12 Agu 2020, 17:50 WIB
Diperbarui 12 Agu 2020, 17:50 WIB
(Foto: Merdeka.com/Wilfridus S)
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:Merdeka.com/Wilfridus S)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sebanyak 205 penerima beasiswa atau awardee dan alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berkontribusi dalam menangani pandemi Virus Corona. Para awardee terlibat di bidang medikal, perumusan kebijakan dan gugus tugas penanganan Virus Corona.

"205 awardee dan alumni LPDP telah ikut nyata berkontribusi dalam berbagai peranan menghadapi pandemi Covid-19. Para awardee ini lebih dari 205 tadi mereka adalah yang terlibat di bidang medikal, perumusan kebijakan, peneliti pengembang IT, edukasi dan komunikasi dan ikut dalam gugus tugas," ujarnya, Rabu (12/8).

Sri Mulyani melanjutkan, para awardee tersebut tidak hanya menjadi pelaku langsung tetapi juga berkontribusi mengumpulkan donasi bagi masyarakat yang terdampak pandemi Virus Corona. Bahkan, salah satu penerima beasiswa LPDP ikut pengembangan Vaksin Corona di Inggris.

"Inisiasi dari sisi donasi yang bisa dikumpulkan dan dimobilisir memberi bantuan dalam menghadapi Covid-19. Bahkan saya mendengar dari Rio penerima LPDP turut menjadi bagian dalam pengembangan Vaksin Covid-19 di Oxford, Inggris," kata Sri Mulyani.

Dia berharap semakin banyak penerima beasiswa LPDP memberi kontribusi bagi negara dan mambawa nama baik bangsa ke dunia internasional. "Kita berharap kita sering dan terus mendengar banyak manusia Indonesia berkualitas bisa menjadi problem solver seluruh dunia dan kembali memberi manfaat bagi RI," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, LPDP tidak mungkin bisa bergerak sendiri tanpa bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, dia mengajak seluruh pihak untuk bahu membahu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas bersama LPDP.

"LPDP dapat dan harus bisa terus menerus kerjasama dengan berbagai pihak agar bisa mencetak manusia Indonesia yang berkualitas yang bisa jadi bagian meraih cita-cita bangsa Indonesia mencapai masyarakat adil dan makmur," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 4 halaman

Sri Mulyani Rancang Bantuan Pulsa dan Ponsel untuk Pelajar

Sri Mulyani
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani saat Work From Home atau Kerja dari Rumah. (dok. Instagram @smindrawati/https://www.instagram.com/p/B90ymKQp0sH/Putu Elmira)

Pemerintah tengah menggodok skema bantuan pendidikan dalam bentuk pulsa hingga ponsel. Langkah ini diharapkan dapat membantu pelajar dari keluarga miskin selama ini kesulitan melakukan kegiatan pembelajaran secara virtual atau belajar daring.

"Ini jadi tantangan baru yang harus kita pecahkan dan kita sedang bahas dengan kementerian terkait gimana kita bisa bantu keluarga-keluarga ini," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam webinar di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Bendahara Negara ini menyadari, adanya pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar untuk sektor pendidikan. Anak-anak sekolah hingga mahasiswa terpaksa harus melakukan aktivitas pembelajarannya secara daring di rumah masing-masing.

"Dan kita sedang membahas gimana kita bisa bantu di mana mereka tidak bisa sekolah, tapi juga tidak bisa akses melalui pembelajaran digital," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengakui banyak kendala selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan sebagai solusi belajar di tengah Pandemi Covid-19.

"Di masa PJJ ini sangat sulit begitu banyak tantangan yang harus dihadapi banyak sekali guru yang kesulitan mengelola PJJ dan kemudian banyak juga yang terbeban harus melakukan penuntasan kurikulum pelajaran. Terlebih waktu sulit bagi guru-guru memenuhi beban jam belajar," ujar Nadiem saat konferensi pers melalui channel youtube Kemendikbud RI, Jumat (7/8).

Nadiem mengatakan, selain para tenaga pendidik kritikan terhadap PJJ juga datang dari para orang tua murid yang merasa kesulitan dalam mengikuti metode belajar daring. Karena kesibukan kerja maupun kesulitan beradaptasi saat mendampingi anaknya belajar dari rumah.

Selain itu, lanjut ia, ada juga orang tua yang kesulitan memotivasi anak-anaknya untuk belajar, ditambah lagi kesulitan dalam hal memahami materi pelajaran atau kurikulum yang terlihat lebih rumit. Belum lagi meningkatnya stres dan jenuh akibat isolasi yang berkelanjutan serta berpotensi menimbulkan rasa cemas dan depresi pada anak.

3 dari 4 halaman

Upaya Kemendikbud

Nabung Sampah Dapat WiFi Gratis Untuk Belajar Online
Perbesar
Siswa saat mengerjakan soal pelajaran menggunakan fasilitas WiFi di Bank Sampah Majelis Taklim, Kecamatan Koja, Jakarta, Rabu (12/8/2020). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sikapi hal tersebut, Nadiem mengatakan bahwa pemerintah melalui Kemendikbud telah melakukan sejumlah upaya, diantaranya program guru berbagi, bimbingan teknis daring, webinar hingga penyediaan kuota internet gratis bagi siswa.

"Relaksasi anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) yang bisa digunakan untuk kuota siswa, peralatan pembelajaran dan untuk peralatan persiapan pembelajaran tatap muka," jelasnya.

Termasuk, Nadiem telah mengusahakan bagi para siswa yang terkendala fasilitas internet untuk bisa mengikuti pelajaran melalui program belajar dari rumah yang disiarkan oleh TVRI dan RRI, serta Rumah Belajar sebagai salah satu platform daring, serta kerja sama dengan mitra lainnya

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com  

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓