Medco E&P Berhasil Bor Sumur Kaci-2 Natuna

Oleh Tira Santia pada 10 Agu 2020, 20:30 WIB
Diperbarui 10 Agu 2020, 20:30 WIB
Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) berhasil melakukan pengeboran sumur eksplorasi Kaci-2 di South Natuna Sea Blok B. Sumur Kaci-2 menargetkan reservoir gas dangkal baru dengan kedalaman total 2.359 kaki. Sumur tersebut mengalirkan gas kering berkualitas tinggi dengan hasil uji sebesar 13 MMCFD.

”Medco E&P terus melakukan aktivitas eksplorasi dan produksi terlepas dari kendala logistik dan operasional akibat COVID-19, dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja bagi para pekerja dan kontraktornya,” kata Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan, dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Lanjut Ronald, keberhasilan pengeboran Kaci-2 sekaligus membuka peluang eksplorasi untuk sebuah potensi baru di South Natuna Sea Blok B.

Medco E&P berterima kasih atas dukungan SKK Migas dan pemangku kepentingan lain sehingga proyek ini dapat berjalan dengan aman,” ungkapnya.

Demikian, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengapresiasi realisasi pengeboran eksplorasi yang dilakukan Medco E&P di Natuna.

“Ini adalah kegiatan yang cukup strategis, karena bukan hanya mendukung usaha peningkatan produksi migas nasional di tahun-tahun mendatang, tetapi juga karena memperkuat kegiatan Indonesia di pulau-pulau terluar,” kata Dwi.

Oleh karena itu SKK Migas mensyukuri kegiatan eksplorasi di sektor Migas di tengah pandemi covid-19 masih bisa dilakukan dengan baik. Salah satunya yang telah dilakukan oleh Medco E&P ini

Dwi pun berharap kegiatan selanjutnya berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik, sehingga dapat segera dilakukan kegiatan produksi.

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 4 halaman

PHE dan Medco Pasok Gas ke Kilang Mini LNG Pertama di Indonesia

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi Simenggaris (PHE) dan PT Medco E&P Simenggaris akan memasok gas ke kilang mini LNG pertama di Indonesia. Kilang mini tersebut dioperatori oleh PT Kayan LNG Nusantara.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief S. Handoko mengatakan, komitmen pasokan LNGditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penetapan alokasi gas dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 23 April 2019 dan penetapan harga gas dari Menteri ESDM tertanggal 16 Oktober 2019.

"Komitmen SKK Migas bersama KKKS untuk memprioritaskan pasokan domestik, semakin mengukuhkan peran gas sebagai modal pembangunan nasional untuk menciptakan nilai tambah di industri downstream yang akan memperbesar dampak multiplier effect yang dihasilkan," kata Arief, di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Menurutnya, hal ini menjadi momen penting sebab pertama kali menggunakan skema bisnis LNG downstream di Indonesia, PT Kayan LNG Nusantara akan membeli gas dari produsen gas Joint Operation Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Simenggaris, kemudian melakukan proses liquefaction terhadap gas menjadi LNG dan disimpan dalam LNG isotank untuk dikapalkan langsung menuju pembeli gas.

3 dari 4 halaman

Volume Gas yang Dijual

Adapun total volume gas yang dijual sebesar 22 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), rencananya pasokan gas akan dimulai pada akhir Desember 2021.

Diharapkan kerjasama ini juga Dapat membawa manfaat berganda, bagi perekonomian di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan, serta Provinsi Kalimantan Utara pada umumnya.

"Kami berharap melalui PJBG ini dapat memenuhi kebutuhan domestik untuk kelistrikan dan industri, serta turunan manfaat lainnya," tutup Direktur PT Kayan LNG Nusantara, Antony Lesmana.  

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓