Harga Minyak Tergelincir Akibat Kekhawatiran Lonjakan Kasus Corona

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 08 Agu 2020, 08:30 WIB
Diperbarui 08 Agu 2020, 08:30 WIB
Ilustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta), membatasi kenaikan mingguan karena kekhawatiran akan pemulihan global yang terhambat akibat kebangkitan kasus virus corona.

Peningkatan infeksi virus corona tetap menjadi masalah dominan untuk perkiraan permintaan bahan bakar. Kasus di Amerika Serikat masih meningkat di sejumlah negara bagian, sementara India baru-baru ini melaporkan rekor lonjakan infeksi setiap hari. Lebih dari 700 ribu orang meninggal dalam pandemi di seluruh dunia.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (8/8/2020), harga minyak mentah Brent turun 78 sen, atau 1,7 persen menjadi USD 44,31 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate ditutup turun 67 sen atau 1,6 persen pada USD 41,28 per barel.

Harga minyak Brent mencetak kenaikan mingguan 2,3 persen, sementara WTI berada di jalur kenaikan 2,1 persen.

Pembicaraan antara anggota parlemen AS tentang putaran stimulus telah terhenti. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menarik perwakilan Gedung Putih dari pembicaraan dan sebaliknya mengeluarkan perintah eksekutif untuk menangani kebutuhan ekonomi.

"Kongres AS tampaknya tidak dapat membuat rencana untuk putaran stimulus berikutnya dan itu menciptakan keraguan untuk pemulihan ekonomi AS," kata Gary Cunningham, Direktur Riset Pasar di Tradition Energy.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Irak Pangkas Produksi

lustrasi tambang migas
Perbesar
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Anggota OPEC, Irak, berjanji untuk memangkas produksi lebih lanjut pada Agustus, yang membantu mendukung kenaikan harga. Negara itu lamban dalam memenuhi janjinya sebagai bagian dari kesepakatan April untuk mengurangi pasokan.

Minyak mentah telah pulih dari posisi terendah pada April, ketika Brent tergelincir di bawah USD 16, level terendah dalam 21 tahun terakhir.

“Mempertahankan level harga tidak realistis,” Bjornar Tonhaugen dari Rystad Energy.

Perusahaan energi AS memangkas jumlah rig minyak dan gas alam minggu ini ke rekor terendah selama 14 minggu. Rig minyak AS turun empat menjadi 176 minggu ini, terendah sejak Juli 2005, menurut data pada hari Jumat dari perusahaan jasa energi Baker Hughes Co.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓