Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi USD 135,1 Miliar di Juli 2020

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 07 Agu 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 07 Agu 2020, 15:00 WIB
Rupiah Menguat di Level Rp14.264 per Dolar AS
Perbesar
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Juli 2020 sebesar USD 135,1 miliar. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2020 yang sebesar USD 131,7 miliar.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,0 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," jelas Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2020).

Selain itu, cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

 

2 dari 2 halaman

Penyebab Naik

Rupiah Stagnan Terhadap Dolar AS
Perbesar
Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Peningkatan cadangan devisa pada Juli 2020 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond dan penarikan pinjaman pemerintah.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Lanjutkan Membaca ↓