Top 3: Besaran Gaji ke-13 PNS yang Segera Cair

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 05 Agu 2020, 06:30 WIB
Diperbarui 05 Agu 2020, 06:30 WIB
banner infografis gaji pns dki
Perbesar
Ilustrasi Gaji

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan akan mencairkan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada bulan ini. Kepastian tersebut setelah sebelumnya tertunda, dari yang biasanya dibayarkan menjelang pergantian tahun ajaran baru atau di kisaran Juli.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenkeu menyebutkan komponen gaji ke-13 PNS tahun ini sama seperti pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) pada Mei lalu, yakni hanya menghitung gaji pokok dan tunjangan yang melekat di dalamnya, tapi tidak termasuk tunjangan kinerja (tukin).

Sedangkan, untuk yang pensiunan akan menerima gaji ke-13 berupa pensiunan pokok, dan tunjangan keluarga atau tunjangan penghasilan. Jumlah gaji ke-13 PNS yang diterima yakni sebesar gaji sebelumnya.

Artikel mengenai besaran gaji ke-13 PNS ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Rabu 5 Agustus 2020:

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Gaji ke-13 PNS Segera Cair, Simak Besarannya

Ilustrasi PNS Naik Gaji
Perbesar
Ilustrasi PNS Naik Gaji

Dinanti-nanti, gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal cair dalam waktu dekat. Pemberian gaji ke-13 tahun ini mengalami beberapa penyesuaian akibat adanya pandemi covid-19.

Di mana banyak dilakukan perubahan terhadap APBN untuk penanganannya. Hal ini turut berdampak pada belanja pemerintah, termasuk untuk pemberian gaji ke-13 PNS.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pembayaran gaji ke-13 PNS akan tetap cair. Setelah sebelumnya tertunda, dari yang biasanya dibayarkan menjelang pergantian tahun ajaran baru atau di kisaran Juli.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Kemenkeu menyebutkan komponen gaji ke-13 PNS tahun ini sama seperti pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) pada Mei lalu, yakni hanya menghitung gaji pokok dan tunjangan yang melekat di dalamnya, tapi tidak termasuk tunjangan kinerja (tukin).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Deretan Senjata Sniper Buatan Indonesia, Ada yang Hebohkan Dunia

TNI Juara Tembak Internasional Pakai Senapan Buatan Lokal
Perbesar
Hal yang juga membanggakan, selain juara umum di lomba menembak Internasional, TNI mencapai posisi teratas dengan senjata buatan PT. Pindad

PT Pindad (Persero) menjadi salah satu bagian dari industri pertahanan nasional. Berbagai produk telah diciptakan mulai dari kendaraan tempur hingga senhata jenis sniper.

Berkat Pindad, Indonesia dikenal punya angkatan bersenjata yang tangguh di kancah internasional. Daftar 2019 Military Strength Ranking menyebutkan, dari 137 negara, Indonesia menempati posisi ke-16 militer terkuat mengalahkan negara maju seperti Kanada dan Australia.

Soal produk senjata, salah satu sniper buatan Pindad bahkan sempat membuat geger dunia. Hal ini karena hanya bisa diproduksi oleh 4 negara saja, dan Indonesia termasuk di dalamnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Temuan Vaksin Covid-19 Tak Pasti, Program Pemulihan Ekonomi Lanjut hingga 2021

DKI Jakarta Menerima Dana Program Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional
Perbesar
Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (28/7/2020). Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi dua daerah pertama penerima dana program Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah karena terdampak COVID-19 pada kesejahteraan dan ekonomi masyarakatnya. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa skenario pemulihan ekonomi masih akan berlanjut di tahun 2021. Sebab, dampak pandemi Covid-19 diprediksi masih akan dirasakan hingga tahun depan.

“Di tahun 2021 kebijakan pemerintah juga masih dalam skenario pemulihan ekonomi,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidato kuncinya pada acara Rapat Kerja Nasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (4/8).

Dalam paparan yang disampaikan secara daring, Menko Airlangga menjelaskan tentang siklus terbalik antara pandemi dan mata pencaharian. Jika penyebaran masih tinggi maka ekonomi akan semakin dalam.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya