Ekonomi Indonesia Bisa Segera Pulih dari Dampak Corona, Ini Syaratnya

Oleh Tira Santia pada 04 Agu 2020, 18:15 WIB
Diperbarui 04 Agu 2020, 18:15 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2017  Optimis Capai 5,3 Persen
Perbesar
Pemandangan gedung-gedung bertingkat di Ibukota Jakarta, Sabtu (14/1). Hal tersebut tercermin dari perbaikan harga komoditas di pasar global. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan ekonomi nasional bisa segera pulih jika Pemerintah memulihkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terlebih dahulu.

“Secara teori ekonomi nasional, tidak mungkin bisa pulih kalau kita tidak segera memulihkan UMKM-nya,” kata Teten Masduki dalam acara Webinar Galang UKM bertema Momentum UKM Indonesia: Bangkit Menuju Masa Keemasan yang diselenggarakan oleh Markplus Institute, Selasa (4/8/2020).

Dikarena sebanyak 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Teten menyebut Pemerintah pun telah menyadari untuk memulihkan UMKM melalui berbagai program.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama menjadikan UMKM sebagai tulang perekonomian nasional. Pemerintah sudah siap dengan desain bagaimana menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya untuk memperkuat kapasitas UMKM dengan sejumlah program utama, diantaranya pendekatan ke market, go digital, hingga memperluas akses pembiayaan.

“Sebanyak 97 persen wilayah Indonesia bisa diakses internet dan logistik. Wilayah Indonesia sudah potensial untuk bisa masuk ke market digital,” katanya.

 

2 dari 4 halaman

Perkuat Akses Pasar UMKM

Berburu Produk UMKM Unggulan di Pameran KKI 2019
Perbesar
Pengunjung melihat produk dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Pameran ini menampilkan produk-produk UMKM RI mulai dari kain, pakaian, tas, hingga berbagai kuliner seperti kopi buatan anak negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejumlah program pun telah dikembangkan di antaranya pihaknya memperkuat akses pasar UMKM dengan menjadikan Smesco Indonesia sebagai trading house, menyusun e-katalog untuk memudahkan buyer dalam dan luar negeri, hingga memperluas KUR agar sesuai dengan kebutuhan pembiayaan UMKM.

“Pemerintah memberikan perhatian besar terkait bagaimana agar tersedia pembiayaan bagi UMKM yang lebih ramah,” imbuhnya.

Lanjutnya, dikatakan koperasi simpan pinjam akan menjadi mitra pemerintah untuk usaha mikro dari sisi penyediaan pembiayaan bagi UMKM. Sementara LPDB menyediakan pembiayaan bagi koperasi yang akan disalurkan kepada anggota-anggotanya para pelaku UMKM.

Demikian Menteri Teten menyadari pandemi covid-19 memberikan dampak signifikan bagi kegiatan produksi UMKM baik dari sisi produksi, distribusi, pembiayaan, hingga pemasaran.

“Namun disisi lain juga melahirkan banyak inovasi penting dan saat ini KUMKM menjadi center isu di tengah pandemi COVID-19. Pemerintah menjadikan UMKM sebagai perhatian utama,” pungkasnya.   

3 dari 4 halaman

Ini Alasan Pemerintah Fokus Bantu UMKM ketimbang Perusahaan Besar

Pemberdayaan UMKM dengan KUR Berbunga Rendah
Perbesar
Pekerja menyelesaikan produksi kulit lumpia di rumah industri Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus mendongkrak UMKM dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga cukup rendah, yakni 6 persen. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Pemerintah terus memberikan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) demi membantu menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

Terbaru, pemerintah siap menyalurkan sejumlah program kepada pelaku usaha kecil dalam 2-4 pekan ke depan. Sedari awal wabah virus corona bergulir, stimulus yang diberikan memang banyak berfokus pada UMKM.

Lantas, apa alasan pemerintah terhadap kebijakan tersebut, sementara perusahaan besar juga banyak yang terpukul akibat pandemi?

Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah sebenarnya memperhatikan semua segmen pengusaha di Tanah Air, mulai dari level terkecil sampai besar.

Budi membeberkan, stimulus banyak diberikan kepada UMKM lantaran kesiapan dana yang dimilikinya mayoritas hanya untuk jangka pendek. Selain itu, secara jumlah pelaku UMKM juga memainkan peran penting dalam perekonomian nasional.

"Memang kami pantau juga bahwa pengusaha di level UMKM tabungannya tidak sebanyak pengusaha yang besar. Pengusaha di UMKM ini walau kecil tapi jumlahnya sangat banyak, sehingga secara agregat kontribusi ke ekonomi juga besar," tuturnya dalam sesi teleconference di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, pengusaha UMKM juga menyerap tenaga kerja yang sangat banyak sehingga jadi prioritas pemerintah. Oleh karenanya, presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberi arahan untuk menolong para pengusaha kecil yang kegiatannya mati akibat krisis ini.

"Kami tetap perhatikan segmen lain di pengusaha Indonesia. Tapi fokus pemerintah, arahan presiden tetap agar kita fokus ke UMKM," pungkas Budi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓