Hingga Akhir Juni 2020, BTN Sudah Restrukturisasi Kredit 230 Ribu Nasabah

Oleh Liputan6.com pada 03 Agu 2020, 15:50 WIB
Diperbarui 03 Agu 2020, 15:50 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Pahala N Mansury
Perbesar
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Pahala N Mansury (dok: BTN)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (Persero) Pahala Nugraha Mansury, mengatakan pihaknya telah melakukan restrukturisasi kredit kepada 230 ribu nasabah hingga akhir Juni 2020. Adapun nilai restrukturisasi tersebut sekitar Rp 36,4 triliun.

"Saat ini sudah dilakukan restrukturisasi ke 230 ribu nasabah, dari berbagai segmen. Yang paling banyak untuk KPR. Jadi sampai akhir Juni, sudah dilakukan restrukturisasi terhadap 230 ribu nasabah," ujar Pahala di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Pahala mengatakan, kondisi ini masih cukup baik karena dari perkiraan awal, Bank BTN memiliki nasabah sekitar 1,5 juta diprediksi akan mengajukan keringanan kredit. Sedangkan 230 ribu saat ini masih jauh di bawah perkiraan.

"Itu kalau sekarang 230 ribu, masih di bawah seperlimanya. Masih di bawah 15 persen nasabah yang kami lakukan restrukturisasi. Jadi kondisi ini masih cukup baik," jelasnya.

 

Pendapatan Turun

20170607-Warga Mulai Antre Tukar Uang Pecahan di Monas-Angga
Perbesar
Seorang wanita menukarkan uang pecahan kecil pada mobil kas keliling Bank BTN di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Rabu (7/6). Bank Indonesia bekerja sama dengan 13 bank lainnya melayani penukaran uang hingga 16 Juni mendatang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia tersebut menambahkan, pihaknya masih membuka peluang bagi nasabah yang ingin melakukan restrukturisasi kredit. Namun dengan syarat, terjadi penurunan pendapatan.

"Masih dimungkinkan dilakukan restrukturisasi kalau nasabah menunjukkan pendapatan mereka mengalami penurunan. Polanya kita lihat, jumlah nasabah yang meminta restrukturisasi di bulan Juli dibandingkan juni lalu, itu menurun 50 persen nya," jelasnya.

"Artinya sudah jauh lebih sedikit yang membutuhkan restru di bulan Juli dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Bulan Juli menurun 30 persen dibandingkan bulan Mei, April dan Mei puncaknya restrukturisasi yang kita lakukan," tandasnya.

 

Anggun P. Situmorang

Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓