Mudik Idul Adha, Kemenhub Minta Penumpang Transportasi Umum Disiplin

Oleh Tira Santia pada 02 Agu 2020, 13:40 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 13:47 WIB
FOTO: Pemudik Idul Adha Mulai Ramai di Terminal Kalideres
Perbesar
Calon pemudik membawa barang bawaan di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (30/7/2020). Libur Idul Adha dimanfaatkan banyak masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat menggunakan momen libur panjang Idul Adha untuk mudik ke kampung halaman. Terlihat, pergerakan  penumpang transportasi umum pada masa Libur Idul Adha meningkat dibanding dengan hari biasa. Kepadatan terjadi di terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan.

"Berdasarkan pantauan kami, sejumlah penumpang transportasi umum mengalami peningkatan di banding hari biasa. Kami meminta kepada para operator transportasi dan penumpang agar tetap disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 pada transportasi umum," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Soekarno Hatta sekitar 16 persen di bandingkan hari biasa. Pada Kamis 30 Juli 2020,  menjadi puncak pergerakan penumpang yaitu mencapai 37 ribu lebih penumpang.

Peningkatan jumlah penumpang pesawat perharinya di Bandara Soetta juga diikuti dengan peningkatan pergerakan pesawat sebesar 13 persen, yaitu sebanyak 460 lebih pergerakan pesawat perhari.

 

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Selain di Bandara Soetta, peningkatan jumlah penumpang harian juga terjadi di Bandara Juanda Surabaya dan Yogyakarta (YIA). Di Bandara Juanda Surabaya, terjadi peningkatan jumlah penumpang harian sekitar 11 ribu lebih penumpang perharinya, dibandingkan dengan hari biasa yang hanya mencapai 5 ribu penumpang perharinya.

Sementara itu, di Bandara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA), juga mengalami peningkatan sekitar 31 persen di banding hari biasa, dengan jumlah penumpang perharinya mencapai 3.600 lebih penumpang, baik yang tiba maupun yang berangkat dari YIA.

 

2 dari 3 halaman

Kereta dan Kapal

Masuk Jakarta, Penumpang Kereta Luar Biasa Wajib Tunjukkan SIKM
Perbesar
Penumpang tiba di stasiun Gambir Jakarta, Kamis (28/5/2020). Penumpang yang mudik dari Surabaya mengunakan kereta api luar biasa harus memiliki SIKM sebagai syarat yang dimiliki warga untuk keluar atau masuk ke wilayah Jakarta yang bertujuan menekan angka kasus COVID-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Pada moda kereta api, terjadi juga peningkatan penumpang, dimana total penumpang KA jarak jauh pada 11 kereta api yang dioperasikan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen ke berbagai jurusan pada Kamis (30/7) mencapai 3.958 penumpang dari sebanyak 4385 tempat duduk yang disediakan oleh PT KAI. Atau terjual sekitar 90 persen dari jumlah total tempat duduk, dengan tetap membatasi kapasitas gerbong maksimal 70 persen dari total kapasitas normal.

Kenaikan jumlah penumpang juga terjadi pada moda angkutan penyeberangan. PT ASDP mencatat, jumlah total penumpang yang menyeberang dari Merak menuju Bakauheni pada Kamis (30/7/2010) pagi hingga Jumat (31/7/2020) pagi tercatat sebanyak 46.688 orang atau naik 147 persen dibandingkan realisasi periode sama Idul Adha tahun lalu sebanyak 31.677 orang.

 

3 dari 3 halaman

Terminal Pulo Gebang

H-12 Idul Fitri, Pemudik Mulai Padati Terminal Pulo Gebang
Perbesar
Deretan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk pemudik berjejer di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Minggu (3/6). Para penumpang mengaku sengaja lebih awal mudik ke kampung halaman. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Begitupula di terminal bus Pulo Gebang, Jakarta, dimana terjadi lonjakan penumpang jelang Idul Adha, yang biasanya hanya mengangkut ratusan penumpang perharinya, pada Rabu (29/7) mengalami peningkatan hingga 1200 lebih penumpang per hari.

"Dengan adanya peningkatan penumpang baik di darat, laut, udara, dan kereta api pada hari raya Idul Adha ini, di satu sisi memperlihatkan bahwa masyarakat sudah mulai percaya untuk menggunakan transportasi umum. Namun di sisi lain kami selaku regulator transportasi bersama para operator transportasi kan terus melakukan pengawasan untuk memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik sesuai komitmen kami untuk menciptakan transportasi aman dan sehat," ujarnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓