Rupiah Menguat Ikuti Mata Uang Negara Kawasan

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 28 Jul 2020, 10:14 WIB
Diperbarui 28 Jul 2020, 10:17 WIB
Rupiah Menguat di Level Rp14.264 per Dolar AS
Perbesar
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan Selasa pagi ini. Penguatan ini seiring penguatan juga mata uang negara kawasan

Mengutip Bloomberg, Selasa (28/7/2020), rupiah dibuka di angka 14.460 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.532 per dolar AS.

Sejak lagi pagi hingga pukul 10.00 WIB hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.455 per dolar AS hingga 14.532 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 4,70 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah menguat ke 14.543 per dolar AS dari patokan sebelumnya yang ada di angka 14.605 per dolar AS.

 

2 dari 3 halaman

Hasil Analisa

FOTO: Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat
Perbesar
Teller menghitung mata uang Rupiah di Jakarta, Kamis (16/7/2020). Penguatan Rupiah dipengaruhi aliran masuk modal asing yang cukup besar pada Mei dan Juni 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dikutip dari Antara, Selasa (28/7/2020), Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, mengatakan pagi ini aset berisiko di pasar keuangan terlihat menguat seperti indeks saham Asia, mata uang utama dunia, dan pasar berkembang.

"Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat naik kembali ke area 0,61 persen, setelah sebelumnya bergerak di bawah 0,6 persen, yang mengindikasikan pasar kembali masuk ke aset berisiko," ujar Ariston.

Menurut Ariston, penguatan aset berisiko tersebut didukung oleh faktor rencana stimulus fiskal AS senilai 1 triliun dolar AS untuk membantu perekonomian AS yang tertekan karena pandemi.

Selain itu laporan kemajuan vaksin COVID-19 oleh Moderna dan Pfizer yang diperkirakan bisa digunakan di akhir tahun, juga menjadi pendorong penguatan aset berisiko termasuk rupiah.

 

3 dari 3 halaman

Prediksi

IHSG Berakhir Bertahan di Zona Hijau
Perbesar
Petugas menata tumpukan uang kertas di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Kamis (6/7). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I perdagangan hari ini masih tumbang di kisaran level Rp13.380/USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi bergerak menguat di kisaran Rp14.450 per dolar AS hingga Rp14.600 per dolar AS.

Pada Senin (27/7) lalu rupiah ditutup menguat 75 poin atau 0,51 persen menjadi Rp14.535 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.610 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓