Usai Tutup 4 Bulan, Wisata Bekantan Ekoriparian Sungai Hitam Kembali Dibuka

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 23 Jul 2020, 15:40 WIB
Diperbarui 23 Jul 2020, 15:40 WIB
Hutan lebat kawasan wisata alam Talaga Bodas, Garut, Jawa Barat, menjadi salah satu potensi migrasi elang di pulau Jawa
Perbesar
Hutan lebat kawasan wisata alam Talaga Bodas, Garut, Jawa Barat, menjadi salah satu potensi migrasi elang di pulau Jawa (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Jakarta - Wisata Bekantan Ekoriparian Sungai Hitam di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara binaan Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field resmi dibuka kembali. Setelah hampir empat bulan sebelumnya tutup sementara karena pandemi Covid-19.

Untuk mendukung dibukanya kembali kegiatan wisata bekantan ini, Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field juga menyerahkan bantuan pemenuhan protokol pencegahan penyebaran COVID-19. Diantaranya berupa tempat cuci tangan portable di lokasi wisata dan face shield bagi anggota kelompok sadar wisata Sungai Hitam.

“Atas dukungan yang diberikan Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field, Wisata Bekantan “Ekoriparian Sungai Hitam” meraih penghargaan Indonesia Green Awards 2020 untuk kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati. Ulun juga bangga sama Ketua POKDARWIS Aidil Amin karena menerima penghargaan Kalpataru 2020 dari Bupati Kutai Kartanegara,” ungkap Camat Samboja, Ahmad Nurkhalish dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2020).

Sementara itu, Aidil Amin sebagai Ketua POKDARWIS menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field karena telah mendukung kegiatan wisata bekantan di Kampung Lama, Kecamatan Samboja.

“Berkat binaan Pertamina EP, maka POKDARWIS Sungai Hitam Lestari dapat terus mengembangkan wisata bekantan ini, baik dari segi pelatihan-pelatihan, infrastruktur, sampai dengan bantuan tempat cuci tangan dan face shield. Semoga Pertamina EP bisa terus membina kami karena masih banyak ilmu yang ingin kami pelajari khususnya dalam pengelolaan pariwisata konservasi alam,” ucap Aidil Amin.

2 dari 3 halaman

Penanaman Mangrove

Wisata Lombok Barat
Perbesar
Hutan Lindung Sesaot yang indah (Sumber: dispar.lombokbaratkab)

Tak sekedar itu. Pembukaan kembali tempat wisata ini juga disertai kegiatan penanaman mangrove di sekitar Sungai Hitam oleh Sangasanga Legal & Relation Assistant Manager, Frans A. Hukom.

“Pelestarian mangrove ini juga penting untuk ekosistem hutan mangrove dimana Bekantan mengkonsumsi buah mangrove. Avicennia lanata dan Avicennia marina, adalah jenis buah ini makanan bekantan. Ada pula dedaunan yang menjadi makanan bekantan, yaitu daun dari jenis Sonneratia alba,” terang Frans.

Frans juga menyerahkan bantuan berupa peralatan masak kepada POKDARWIS untuk mengolah makanan dari buah mangrove. “Semoga nantinya produk olahan buah mangrove tersebut dapat menjadi oleh-oleh untuk wisatawan yang mengunjungi Ekoriparian Sungai Hitam nantinya,” kata Frans.

Seperti diketahui, monyet bekantan sebagai salah satwa endemic Kalimantan yang habitatnya dan ekosistemnya mulai berkurang. Sehingga perlu dilakukan konservasi mangrove dan bekantan.

Frans menambahkan, Wisata konservasi ini memiliki potensi yang sangat bagus karena wisatawan dapat melihat bekantan langsung di habitat dan ekosistemnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait