Menteri Wishnutama: Banyak yang Salah Mengartikan Quality Tourism

Oleh Liputan6.com pada 22 Jul 2020, 19:53 WIB
Diperbarui 22 Jul 2020, 19:54 WIB
Pariwisata Labuan Bajo
Perbesar
Foto : Salah satu lokasi wisata milik WNA di Labuan Bajo, NTT (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Sektor pariwisata harus menyesuaikan dengan tatanan baru di tengah pandemi Corona ini. Pemerintah Indonesia pun ingin agar sektor pariwisata berkembang ke arah yang berkualitas dan mengembangkan kualitas wisata (quality tourism).

Namun, konsep ini dimaknai berbeda oleh publik. Masyarakat menilai gaya baru pariwisata identik dengan kemewahan bak di Dubai, Singapura dan negara lain yang memiliki tempat wisata mewah.

"Persepsi orang-orang pada saat kita bicara quality tourism itu seperti Dubai dan Singapura, yang gedung bertingkat tinggi dan lain sebagainya," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dalam Webinar Nasional Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Wishnutama menuturkan tempat wisata berkualitas tak melulu berupa gedung tinggi pencakar langit. Hotel dan berbagai tempat hiburan kelas wahid.

Sebaliknya, konsep quality tourism menonjolkan ciri khas suatu wilayah. Tempat wisata dengan menawarkan pengalaman berbeda dari objek wisata lain.

"Menawarkan sesuatu yang berbeda, pengalaman yang berbeda, experience yang berbeda kepada wisatawan," kata dia.

Lewat kreativitas yang ada, berbagai sumber daya alam bisa dikembangkan dan menjadi objek wisata. Kemudian dipasarkan dengan ciamik untuk menarik perhatian wisatawan.

Reporter: Anisyah Al Faqir