Harga Minyak Naik Dipengaruhi Harapan Vaksin Covid-19

Oleh Tira Santia pada 22 Jul 2020, 08:30 WIB
Diperbarui 22 Jul 2020, 08:30 WIB
Ilustrasi Harga Minyak Naik
Perbesar
Ilustrasi Harga Minyak Naik (Liputan6.com/Sangaji)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak naik pada Selasa, dibantu oleh berita positif tentang uji coba vaksin dan kesepakatan stimulus UE.

Dikutip dari CNBC, Rabu (22/7/2020) harga minyak mentah Brent naik USD 1,37, atau 3,17 persen, pada USD 44,65, di jalur untuk kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,82 persen, atau USD 1,15, menjadi menetap di USD 41,96 per barel, level tertinggi sejak Maret.

Harga didukung oleh kesepakatan di antara para pemimpin Uni Eropa pada dana 750 miliar euro (USD 859 miliar) untuk menopang ekonomi mereka yang terkena virus corona. Ini mengangkat prospek permintaan bahan bakar.

Di pasar keuangan lainnya, saham dunia dan euro juga mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan pada hari Selasa. Dolar jatuh ke level terendah sejak Maret terhadap sekeranjang mata uang.

Kesepakatan Uni Eropa memungkinkan Komisi Eropa untuk meningkatkan miliaran euro di pasar modal atas nama semua 27 negara. Ini menjadi tindakan solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hampir tujuh dekade integrasi Eropa. Ini menjadi salah satu sentimen harga minyak.

 

2 dari 3 halaman

Vaksin Virus Corona

Ilustrasi Harga Minyak
Perbesar
Ilustrasi Harga Minyak

Harga minyak juga didukung oleh data vaksin coronavirus yang menjanjikan dirilis pada hari Senin. Meningkatkan kepercayaan bahwa vaksin dapat dibuat bahkan jika peluncuran global akan memakan waktu.

Di China, beberapa bioskop dibuka kembali pada hari Senin setelah penutupan enam bulan, Kegiatan ini sebagai tanda lain pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Negara-negara dari Amerika Serikat ke India melaporkan jumlah infeksi virus corona, sementara yang lain seperti Spanyol dan Australia sedang berjuang melawan wabah baru.

Stok minyak mentah AS terlihat jatuh pekan lalu. Sementara persediaan produk olahan juga cenderung turun, sebuah jajak pendapat pendahuluan Reuters menunjukkan pada hari Senin.

Data cadangan minyak mentah yang disusun oleh industri akan dirilis pada 2030 GMT, sementara data pemerintah akan dirilis pada Rabu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by