BLT Dana Desa Dianggap Mampu Potong Angka Kemiskinan

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 21 Jul 2020, 15:20 WIB
Diperbarui 21 Jul 2020, 15:20 WIB
FOTO: Kemiskinan di Indonesia Naik Jadi 9,78 Persen Akibat COVID-19
Perbesar
Suasana pemukiman bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Badan Pusat Statistik menyebut tingkat kemiskinan di RI kini membengkak jadi 9,78 persen dari total populasi nasional akibat pandemi virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel Antoniu)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar menilai, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) bisa berkontribusi menurunkan angka kemiskinan 0,03 persen. Penurunan tersebut diambil dari data year on year (YoY) pada Maret 2019 dan Maret 2020.

Menurut perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), ia menyebutkan, pertumbuhan tingkat kemiskinan di desa pada Maret 2020 minus 0,03 persen. Di sisi lain, tingkat kemiskinan di wilayah kota malah naik 0,69 persen.

"Ini hasil BPS year to year untuk Maret 2019 dan Maret 2020, di desa ternyata kemiskinan mengalami penurunan 0,03 persen. Sedangkan kemiskinan di kota mengalami kenaikan 0,69 persen," jelasnya dalam sesi teleconference, Selasa (21/7/2020).

Abdul Halim lantas mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sering menelponnya untuk percepatan penggunaan dana desa. Salah satunya melalui program padat karya tunai desa.

"Karena memang betul ketika padat karya tunai desa ketika belum ada Covid-19, padat karya tunai desa ini digenjot maka daya beli masyarakat akan naik. Krena padat karya tunai desa tidak mensyaratkan keahlian, tapi pekerjanya harus dari kelompok miskin, pengangguran, setengah penganggur, dan kelompok marjinal lain," tuturnya.

Aksi tersebut dianggapnya sebagai kebijakan yang tepat. Itu terbukti dari hasil BPS yang mengungkap adanya pertumbuhan kemiskinan di desa yang minus dari Maret 2019 ke Maret 2020. Di sisi lain, tingkat kemiskinan di kota pada periode yang sama bertambah.

"Itu kalau diangkakan cukup besar, di mana pertambahan orang miskin di kota 1,1 juta dan di desa 110 ribu. Meskipun di desa tingkat kemiskinan menurun tapi kalau dilihat dari jumlah masih ada," ujar Abdul Halim.

 

2 dari 3 halaman

Angka BPS

FOTO: Kemiskinan di Indonesia Naik Jadi 9,78 Persen Akibat COVID-19
Perbesar
Anak-anak bermain di sekitar pemukiman bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Badan Pusat Statistik menyebut tingkat kemiskinan di RI kini membengkak jadi 9,78 persen dari total populasi nasional akibat pandemi virus corona COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel Antoniu)

Sebagai perbandingan lain, BPS memang mencatat presentase penduduk miskin di desa turun 0,03 persen dari Maret 2019 (12,85 persen) ke Maret 2020 (12,82 persen). Tapi, menurut laporan BPS, angka tersebut naik 0,22 persen dari perhitungan September 2019 (12,60 persen), atau meningkat 333,9 ribu orang.

Pergerakan serupa juga dialami tingkat kemiskinan di perkotaan. Jumlah penduduk miskin di kota sempat turun -0,13 persen dari Maret 2019 (6,69 persen) ke September 2019 (6,56 persen).

Bedanya, jumlah penduduk miskin di kota naik besar jika dihitung secara year on year maupun per semester. Angka kemiskinan di kota pada Maret 2020 tercatat sebesar 7,38 persen, naik 0,69 persen atau 1,28 kita orang secara tahunan, dan bertambah 0,82 persen atau 1,63 juta orang secara semester.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓