Wall Street Perkasa Dipimpin Saham Amazon

Oleh Athika Rahma pada 21 Jul 2020, 06:45 WIB
Diperbarui 21 Jul 2020, 06:45 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi spesialis David Haubner (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok karena investor menunggu langkah agresif pemerintah AS atas kejatuhan ekonomi akibat virus corona COVID-19. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street atau bursa saham di New York Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta. Penguatan tersebut dipimpin oleh saham Amazon.

Pelaku pasar melihat adanya prospek positif karena perkembangan vaksi Corona. Selain itu, pelaku pasar juga melihat adanya potensi besar keluarnya stimulus fiskal.

Mengutip CNBC, Selasa (21/7/2020), indeks acuan S&P 500 naik 0,8 persen atau 27,11 poin menjadi 3.251,84. Indeks ini sudah berbalik positif jika dihitung sejak awal tahun dengan kenaikan 0,6 persen.

Indeks Nasdaq Composite juga naik 2,5 persen atau 263,90 poin menjadi 10.767,09. Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 8,92 poin lebih tinggi menjadi 26.680,87.

Saham Amazon di Wall Street naik 7,9 persen dan membukukan perdagangan terbaiknya sejak Desember 2018 setelah seorang analis Goldman Sachs menaikkan target harga saham Amazon menjadi USD 3.800 per saham. Angka tersebut merupakan angka tertinggi di Street.

Facebook dan Netflix masing-masing naik lebih dari 1 persen. Sementara Apple dan Alphabet masing-masing naik 2,1 persen dan 3,1 persen. Saham Microsoft melonjak 4,3 persen.

Pendiri ChartSmarter Douglas Busch mengatakan, arah saham-saham teknologi pada perdagangan kali ini sangat mempengaruhi gerak saham-saham di sektor lain atau akan mempengaruhi gerak pasar saham secara keseluruhan.

"Jika sektor ini seperti joki pintar yang memiliki banyak kuda di bawahnya dalam balapan ras, maka kemungkinan akan melihat lonjakan lagi di Wal Street di musim gugur." jelas dia.

 

2 dari 3 halaman

Vaksin Corona dan Stimulus

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Saham sektor kesehatan yang masuk dalam indeks Dow Jones Industrial Average yaitu Pfizer dan BioNTech melaporkan data positif awal tentang kandidat vaksin Corona. Dalam rilisnya, kedua perusahaan tersebut menghasilkan membuat penetral SARS-CoV-2 yang tergantung dosis tinggi dan konsentrasi kandungannya.

Saham Pfizer naik 0,6 persen di tengah adanya berita tersebut. Sementara saham BioNTech diperdagangkan 3,4 persen lebih tinggi.

Kandidat vaksin lain berasal dari Universitas Oxford dan AstraZeneca menunjukkan respons kekebalan positif dalam percobaan awal.

Pelaku usaha juga mengarahkan pandangan mereka ke Washington ketika anggota parlemen memulai negosiasi tentang langkah-langkah stimulus baru.

Awal tahun ini, Presiden Donald Trump menandatangani paket stimulus senilai USD 2 triliun yang memperluas tunjangan pengangguran bagi mereka yang diberhentikan selama pandemi.

Kemungkinan besar stimulus tersebut akan terus ditambah mengingat dampak pandemi belum berakhir sampai saat ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓