Kisah Pendiri Restoran The Atjeh Connection Hadapi New Normal

Oleh Liputan6.com pada 19 Jul 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 19 Jul 2020, 19:30 WIB
Penerapan Tatanan Normal Baru di Cafe dan Resto
Perbesar
Pekerja membersihkan papan pelindung akrilik usai digunakan pengunjung di The Atjeh Connection Coffee and Resto, Jakarta, Senin (8/6/2020). Tempat ini siap menerapkan protokol kesehatan dalam menerapkan tatanan kehidupan baru atau ‘new normal’. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Para pengusaha restoran mulai membuka kembali area makan di tempat usai tutup lama karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). mereka pun menyiapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona di era new normal.

Founder The Atjeh Connection, Amir Nek Faisal Muhammad mengatakan, restorannya telah melakukan penyesuaian dengan protokol kesehatan. Salah satu inovasi yang dilakukan di tempat usahanya yaitu memasang pembatas di meja makan menggunakan akrilik.

"Kami pasang akrilik di meja untuk sebagai pembatas antar pengunjung," kata Amir dalam Talk Show Info Corona bertajuk 'Restoran Aman Covid-19' di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (19/7/2020).

Sebenarnya kata Amir budaya kumpul-kumpul di Indonesia sangat lekat. Urusan makanan bukan jadi yang utama. Untuk itu Amir berupaya menciptakan suasana yang tetap aman dari Covid-19 meski sambil kumpul-kumpul.

Sementara itu dia meyakini penyebaran virus Corona berasal dari droplet yang dikeluarkan seseorang saat berbicara. Sehingga dia memutar otak berinovasi membuat pelanggannya nyaman saat datang berkunjung.

Maka muncullah ide memasang pembatas transparan di meja antar pengunjung restoran. "Antar tamu ada pembatas transparan sehingga ketika berkomunikasi tidak ada menyebarkan droplet," kata dia.

 

 

2 dari 3 halaman

Kapasitas Dikurangi

Penerapan Tatanan Normal Baru di Cafe dan Resto
Perbesar
Pengunjung menikmati sajian di di The Atjeh Connection Coffee and Resto, Jakarta, Senin (8/6/2020). Tempat ini siap menerapkan protokol kesehatan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menerapkan tatanan kehidupan baru atau ‘new normal’. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Selain berinovasi, Amir tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Mulai dari mengurangi kapasitas pengunjung sampai 50 persen. Lalu pemeriksaan suhu kepada setiap pengunjung dan menyediakan tempat untuk mencuci tangan dan menyediakan hand sanitizer.

Hal yang sama juga berlaku bagi pegawai restoran. Bahkan setiap dua minggu, pegawai restoran menjalani rapid tes.

"Kita lakukan secara rutin rapid test hingga dua minggu sekali untuk memastikan pegawai sehat atau tidak," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓