Menhub Budi Karya Minta Aplikator Ojek Online Perbanyak Shelter

Oleh Liputan6.com pada 10 Jul 2020, 19:10 WIB
Diperbarui 10 Jul 2020, 19:10 WIB
Ojek Online Gunakan Pelindung Pembatas Antar Penumpang
Perbesar
Driver Grab Bike mengenakan Grab Protect pelindung yang membatasi antara pengemudi dan penumpang saat diluncurkan di Jakarta, Selasa (9/6/2020). Penumpang ojek online (ojol) kini tak perlu khawatir menggunakan transportasi ini di tengah pandemi Corona. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh aplikator Ojek Online (Ojol) dan Angkutan Sewa Khusus (ASK) di masa pandemi Covid-19.

“Saya apresiasi berbagai inovasi yang dilakukan aplikator dan para mitra pengemudi yang bisa memberikan kesempatan bagi para mitra untuk tetap bekerja, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelas Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Budi mengatakan, fitur aplikasi seperti layanan pesan antar makanan, pesan antar barang, pesan antar belanja rumah tangga dengan pembayaran secara nontunai (cashless), telah banyak membantu kebutuhan masyarakat khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, inovasi seperti penyediaan sekat pemisah, mendisinfeksi kendaraan, memakai masker dan menyediakan hand sanitizer, juga dapat menjadi solusi agar transportasi berbasis aplikasi ini dapat tetap beroperasi mengangkut penumpang, namun tetap memperhatikan aspek kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Budi meminta pihak aplikator untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas shelter atau tempat bagi pengemudi Ojek Online untuk menunggu penumpang. Langkah ini agar aspek kesehatan dan keamanan bagi penumpang maupun pengemudi semakin terjamin.

Saat ini telah ada 4 stasiun terintegrasi yang telah menyediakan shelter ojek online yaitu di Tanah Abang, Sudirman, Senen, dan Juanda.

“Buatlah shelter yang bagus. Jadi para pengemudi bisa menunggu di tempat yang baik. Kami dan pemda akan memfasilitasi tempatnya,” jelas Budi Karya.

Budi Karya juga mendorong aplikator untuk memfasilitasi dan memberikan hak yang sama dalam bekerja bagi para mitra pengemudi dengan kebutuhan khusus (disabilitas) agar juga tetap dapat bekerja di masa pandemi Covid-19 ini.

“Dengan adanya inovasi-inovasi yang dilakukan ini, kita memberikan confidence kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan ini sehat dan aman. Sehingga mereka semakin yakin untuk menggunakan Ojek Online dan ASK,” ungkap dia.

2 dari 3 halaman

Ojek Online di Kota Bogor Dibolehkan Angkut Penumpang 8 Juli 2020

Peraturan Belum Jelas, Ojol Lebih Pilih Angkut Pesanan Barang
Perbesar
Pengemudi ojek online membawa barang pesanan yang akan diantar di kawasan Kenari Mas, Jakarta, Senin (13/4/2020). Walaupun regulasi pengangkutan penumpang untuk ojek online masih belum jelas, tampak sejumlah pengemudi motor ojek online lebih memilih mengangkut barang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, pemerintah Kota Bogor mengumumkan perpanjangan masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional dalam rangka pra-adaptasi kebiasaan baru (Pra-AKB).

PSBB Pra AKB berlakukan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 3 Juli hingga 16 Juli 2020. Selama masa penerapan Pra-AKB ini, beberapa bidang usaha diizinkan beroperasi. Salah satunya ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang). 

"Ojek online diperbolehkan bawa penumpang mulai Senin tanggal 8 Juli 2020," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya saat jumpa pers di Balai Kota Bogor, pada Kamis 2 Juli 2020.

Selama beroperasi, lanjut Bima, ojek daring maupun opang wajib menggunakan atribut sesuai perusahaan aplikasinya. Namun jam operasional ojol masih tetap dibatasi, yaitu dari pukul 04.00 WIB hingga 24.00 WIB.

Selain itu, driver ojol juga wajib menggunakan alat pelindung diri (APD), yakni masker dan hand sanitizer saat membawa penumpang.

"Ojol juga harus menyediakan alat pembatas/penyekat antara driver dan penumpang," ujar Bima.

Namun begitu, ojol diizinkan beroperasi secara luas sekalipun di wilayah yang telah ditetapkan dalam pengendalian ketat berskala lokal. 

"Tidak kita batasi, termasuk taksi online pun sama boleh masuk ke wilayah manapun. Terpenting protokol kesehatan dijalankan," ujar Bima.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓