BRI Syariah Dapat Tambahan Kuota Penyaluran KUR Rp 1,5 Triliun

Oleh Tira Santia pada 06 Jul 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 06 Jul 2020, 13:30 WIB
20170209-Bank-Syariah-Jakarta-AY
Perbesar
Petugas melayani nasabah di BRI Syariah, Jakarta, Kamis (9/2). Perbankan syariah dinilai perlu menjaga momentum pertumbuhan dan pangsa pasar yang berlangsung sepanjang 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIsyariah) mendapat tambahan kuota KUR sebesar Rp 1,5 triliun. Di tengah penerapan the new normal, BRIsyariah optimistis dapat mencapai target dari pemerintah.

Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah, Fidri Arnaldy, mengatakan penambahan ini tidak lepas dari tercapainya target penyaluran KUR oleh BRIsyariah di pertengahan tahun 2020.

Hingga bulan Juni 2020, BRIsyariah telah menyalurkan Rp2,8 triliun. Jumlah ini mencapai 94 persen dari target tahun 2020.

“Alhamdulillah BRIsyariah terus dipercaya oleh Pemerintah sebagai bank syariah penyalur KUR. Hal ini tidak lepas dari transformasi digital dan kultur yang kami lakukan agar bisa mencapai target sembari tetap berpegangan pada administrasi yang baik,” ujar Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah, Fidri Arnaldy, dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, penggunaan i-Kurma sebagai transformasi digital proses pembiayaan terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja BRIsyariah. Ia menilai i-Kurma memungkinkan tenaga pemasar pembiayaannya untuk bekerja secara efektif dan efisien.

Sehingga tenaga pemasar bisa memproses pengajuan pembiayaan dari mana saja lewat smartphone. Lewat transformasi digital dan kultur yang pihaknya lakukan.

Selain itu BRIsyariah mampu meningkatkan rata-rata produktifitas tenaga pemasar pembiayaan sampai 98 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Sasar Sektor Produktif

Rupiah-Melemah-Tipis-Atas-Dolar
Perbesar
Petugas Bank tengah menghitung uang rupiah di Bank BRI Syariah, Jakarta, Selasa (28/2). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada perdagangan Selasa pekan ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lanjut Fidri, dalam menyalurkan KUR, BRIsyariah menyasar pada sektor produktif yang tetap dibutuhkan di masa pandemi antara lain pangan, pertanian, peternakan, alat kesehatan, dan obat-obatan.

Hingga tahun 2020 sudah ada 11.821 pengusaha UMKM yang merasakan manfaat KUR melalui BRIsyariah. Mereka banyak yang tergabung dalam komunitas seperti Bekraf, MUI, YBM BRI, pondok pesantren dan komunitas lainnya.

“Di tahun 2020 BRIsyariah optimistis dapat menyalurkan KUR hingga Rp4,5 triliun kepada lebih dari 50.000 nasabah,” pungkasnya.    

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya