Sri Mulyani Luncurkan Buku Terobosan Menghadapi Perlambatan Ekonomi

Oleh Liputan6.com pada 04 Jul 2020, 17:30 WIB
Diperbarui 04 Jul 2020, 17:42 WIB
Bersama KPK, 3 Menteri Diskusi Bareng Lawan Korupsi
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembicara dalam acara ‘KPK Mendengar’ di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/12/2019). KPK menggelar peringatan Hakordia 2019 dengan tema “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju”. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (Iluni FEB UI) meluncurkan buku bertemakan 'Terobosan Menghadapi Perlambatan Ekonomi' secara virtual.

Buku yang ditulis oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan kawan-kawan alumni FEB UI lainnya ini, diharapkan akan menjadi sebuah rujukan sebuah kebijakan perekonomian.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengatakan, seluruh pembangunan ekonomi Indonesia tidak lepas dari peranan para teknokrat yang lahir dari Fakultas Ekonomi UI. Peran tersebut dapat ditunjukan dan diimplementasikan melalui buku tersebut.

"Di dalam hal ini mungkin salah satu cara untuk menulis buku. Seperti ini cara untuk kita belajar mempelajari," kata dia dalam peluncuran buku melalui virtual, di Jakarta, Sabtu (4/7).

Di dalam buku tersebut, Bendahara Negara ini menuliskan tantangan sebagai pemimpin atau sebagai pembuat kebijakan dalam ligkungan yang sanagat berubah-ubah. Berbagai adjustment dan berbagai pilihan yang harus diambil.

Sebagai pengelola kebijakan, dirinya mengutarakan telah berhadapan di dalam suatu lingkup besar. Di mana masyarakat mengharapkan banyak sekali terartikulasi melalui berbagai macam dengan mempertimbangkan dan melihat, dari sisi politik, media, ataupun para aktivis.

"Kita policymaker mendengar itu namun untuk bisa menetapkan polecy seperti apa kita dihadapkan.Karena terus terang sebagai polecy maker dan sekarang terjun sebagai Menteri Keuangan kita kadang-kadang kalau waktu di akademik merasa bisa menjelaskan dan bisa menganalisa dan membahas berbagai topik. Pada saat kita sebagai pembuat kebijakan dan apalagi dalam situasi seperti sekarang ini Covid kita sering tidak dihadapkan pada kemewahan di dalam mendesain kebijakan dalam suasana yang tenang," jelas dia.

Tak sampai di situ, di dalam buku ini Sri Mulyani juga turut menyumbangkan tulisannya dari sisi makro dan ekonomi di Indonesia. Berbagai pandangan mengenai kondisi ekonomi sejak sebelum adanya pandemi hingga adanya Covid-19 dibahas di dalam buku tersebut.

"Terus terang saya saya menulis di tengah kondisi seperti ini juga dibantu oleh tim teknis Kementerian Keuangan," kata dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Sri Mulyani: Corona Beri 3 Dampak Besar ke Ekonomi Indonesia

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Perbesar
Han Yi (belakang), petugas medis dari Provinsi Jiangsu, bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, 22 Februari 2020. Tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit itu. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pandemi Virus Corona membuat seluruh sektor ekonomi terpukul. Saat ini, hanya aktivitas ekonomi yang beralih ke online digital bisa bertahan menghadapi tantangan.

"Sekarang sektor UMKM dan informal pun juga terpukul karena Covid-19 ini mengisyaratkan orang tidak boleh atau membatasi interaksi," ujar Sri Mulyani dalam diskusi daring dengan BNPB, Jakarta, Selasa (30/6/2020).

"Sehingga berbagai kegiatan yang dulu berjalan lancar terhenti, economy activity informal pun terpukul karena orang tidak melakukan interaksi fisik. Hanya aktivitas yang bisa pindah ke online digital bisa survive," sambung Sri Mulyani.

Pandemi Virus Corona setidaknya memberi tiga dampak besar bagi perekonomian Indonesia. Pertama, membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli jatuh sangat dalam. Padahal konsumsi 60 persen menopang ekonomi.

"Dalam estimasi dampak Covid-19 kita melihat pertama konsumsi masyarakat akan drop dan kita semua tahu konsumsi pengaruhi ekonomi hampir 60 persen. Kedua dengan adanya ketidakpastian, investasi ikut melemah, mereka terhenti akibat Covid," papar Sri Mulyani.

Ketiga seluruh dunia, kata Sri Mulyani mengalami, pelemahan ekonomi sehingga membuat ekspor Indonesia ke beberapa negara tujuan terhenti. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan antara lain minyak, batu bara dan CPO.

"Ketiga seluruh dunia juga mengalami perlemahan sehingga ekspor kita juga mengalami pukulan, harga komoditas turun, minyak turun, batu bara turun, CPO turun, mempengaruhi basis ekonomi Indonesia yang beroriteasi ekspor," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓