Jika Reshuffle, Jokowi Diminta Isi Jajaran Menteri Ekonomi Bukan dari Politisi

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 05 Jul 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 05 Jul 2020, 09:00 WIB
Jokowi Buka Raker Kementerian Perdagangan 2020
Perbesar
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Jokowi meminta dalam raker ini dapat mempercepat prosedur-prosedur yang sebelumnya sangat lama dan berbelit-belit. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rekaman video pada Sidang Kabinet Paripurna pada Minggu (18/6/2020) lalu sempat melontarkan ancaman akan melakukan perombakan kabinet (reshuffle) kepada menteri yang kinerjanya tidak memuaskan.

"Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan, untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa juga reshuffle," kata Jokowi.

Terlepas dari apakah ancaman tersebut akan direalisasikan atau tidak, sejumlah pengamat meminta Jokowi untuk mengangkat sosok profesional di bidangnya yang terlepas dari unsur politis seandainya reshuffle benar-benar dilakukan, khususnya pada posisi menteri ekonomi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, kehadiran kabinet yang profesional dibutuhkan di tengah situasi krisis pandemi saat ini.

"Bukan berasal dari kalangan politik. Kan masih banyak birokrat handal atau akademisi yang punya integritas menduduki pos tim ekonomi. Jangan sampai reshuffle tapi hasilnya sama saja," ungkapnya kepada Liputan6.com, Minggu (5/7/2020).

Menurut dia, reshuffle mungkin saja dibutuhkan lantaran adanya desakan untuk perbaikan realisasi stimulus agar cepat dirasakan oleh para pelaku usaha.

"Ini yang harus dijawab dengan reshuffle kabinet," ujar Bhima.

Namun demikian, ia menolak untuk memberikan nama siapa saja profesional yang laik diangkat menjadi menteri.

 

2 dari 5 halaman

Sosok yang Kompeten

Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik di tangga beranda Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Senada, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyatakan, seharusnya yang ditunjuk jadi menteri merupakan sosok yang punya kompetensi.

"Bukan sekedar balas budi, bukan juga untuk kepentingan menjaga keseimbangan politik. Pak presiden harus membuktikan bahwa dia sudah tidak ada beban," tuturnya.

"Penyusunan kabinet akan menentukan apakah Pak Jokowi akan dicatat sebagai presiden yang sukses atau gagal. Semoga Pak Jokowi menyadari ini," imbuh Piter.

3 dari 5 halaman

Prabowo hingga Erick Thohir Diprediksi Selamat dari Ancaman Reshuffle Jokowi

Jokowi Pimpin Rapat Terbatas
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Rapat terbatas perdana dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju itu mengangkat topik Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Perekonomian. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyoroti isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Ancaman reshuffle itu keluar langsung dari mulut Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat sidang kabinet paripurna.

Pangi menyebut, setidaknya ada tiga menteri yang diyakini akan selamat dari ancaman reshuffle karena dinilai memiliki kinerja baik. Ketiganya yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Nama-nama itu bisa jadi yang dipercaya Jokowi sebagai menteri dengan kinerja baik," kata Pangi kepada awak media, Sabtu (3/7/2020).

Menurut Pangi, saat ini Jokowi membutuhkan menteri yang bisa membuat gebrakan. Sementara tiga nama tersebut adalah menteri yang berkinerja baik, bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, dan bukan sekadar populer.

"Ini parameternya kinerjanya benar-benar dirasakan publik," jelas analis politik ini.

Kendati demikian, tidak populer bukan berarti berkinerja tidak baik. Karena ada sebagian menteri yang memilih gaya bekerja senyap.

"Reshuffle perkara mudah bagi Presiden Jokowi. Sebagai kepala pemerintahan di periode terakhir, Jokowi dinilai mesti punya beban untuk membongkar pasang kabinet karena jelas parameternya adalah kinerja," Pangi menandasi.

4 dari 5 halaman

Simbol Jokowi di Bidang Infrastruktur

Presiden Jokowi Resmikan 4 Ruas Tol Trans Jawa
Perbesar
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Seskab Pramono Anung meninjau ruas jalan Trans Jawa seusai peresmian di Jawa Timur, Kamis (20/12). Jokowi meresmikan empat ruas tol Trans Jawa seksi Jawa Timur (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pengamat politik Hendri Satrio juga memiliki pandangan senada. Tiga nama menteri, seperti Prabowo, Basuki, dan Erick adalah menteri yang diyakini akan dipertahankan Presiden Jokowi.

"Kalau menurut saya yang bertahan itu Basuki karena dia simbol penjaga monumen Jokowi di bidang infrastruktur. Terus Erick Thohir juga saya rasa bertahan, gebrakan di BUMN-nya menurut saya disukai Jokowi. Pak Prabowo juga bertahan saya rasa," Hendri menyudahi. 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓