Bareng Kementan, Kementerian PUPR Garap 28 Ribu Ha Food Estate di Kalteng

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 04 Jul 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 04 Jul 2020, 19:00 WIB
Antisipasi Perubahan Iklim 2020, Kementan Susun Strategi Ketahanan Pangan
Perbesar
Bangunan air seperti embung dan dam parit akan bermanfaat meskipun debit air kecil, air masih bisa dialirkan ke sawah-sawah petani.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) saling berkolaborasi dalam rangka mensinergikan program pengembangan food estate di kawasan aluvial pada lahan eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa dan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sinergi perencanaan infrastruktur irigasi dan pertanian yang dilakukan antara Kementerian PUPR bersama Kementan bertujuan untuk mengembangkan food estate yang modern di Kalteng.

"Jadi kita memang fokusnya untuk menyiapkan food estate yang modern, sehingga nantinya tidak hanya dimanfaatkan saat produksi tetapi juga pasca produksi," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020).

Dalam pengembangan food estate ini, menurut Menteri Basuki, Kementerian PUPR mendukung manajemen water melalui rehabilitasi dan peningkatan saluran dan jaringan irigasi, baik mulai irigasi primer, sekunder, tersier maupun kuarternya. Sementara Kementan sebagai pelaku utama untuk menyiapkan agriculture practice, seperti penyiapan saluran cacingan, cetak sawah, pupuk, bibit, hingga pasca produksi.

Selain itu, kedua kementerian juga sudah sepakat bekerja pada 2020 ini untuk memprioritaskan lahan seluas 28 ribu hektare (ha) di kawasan tersebut.

"Karena musim tanamnya adalah bulan April - September dan Oktober-Maret. Untuk itu, kami mempersiapkan untuk musim tanam Oktober-Maret," ujar Menteri Basuki.

2 dari 5 halaman

Lahan Seluas 165 Ribu Ha

Kementan
Perbesar
Masa panen raya sedang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk di lokasi cetak sawah baru di Desa Bente, Sulawesi Tenggara.

Food estate kawasan aluvial pada lahan eks-PLG tersebut memiliki lahan potensial seluas 165 ribu ha. Dari lahan potensial tersebut, seluas 85 ribu ha merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya.

Sementara 79.500 ha sisanya sudah berupa semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali dan peningkatan irigasi. Khusus untuk peningkatan irigasi, diperkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,9 triliun untuk 2021 dan 2022.

Sedangkan dari 85.500 ha lahan fungsional, sekitar 28 ribu ha kondisi irigasinya baik. Sementara 57.200 ha lahan lainnya diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi dengan perkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp 1,05 triliun.

Rehabilitasi ini dikerjakan secara bertahap mulai 2020 hingga 2022, dengan rincian 2020 seluas 1.210 ha senilai Rp 73 miliar. Pada 2021 seluas 33.335 ha senilai Rp 484,3 miliar dan 2022 seluas 22.655 ha senilai Rp 497,2 miliar.

Pada Tahun Anggaran 2020, kegiatan rehabilitasi irigasi yang dilakukan Kementerian PUPR meliputi 4 kegiatan fisik yakni rehabilitasi seluas 1.210 ha dengan anggaran Rp 26 miliar dan dua kegiatan perencanaan seluas 164.595 ha dengan anggaran Rp 47 miliar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertemuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antar Kementerian dalam membangun program yang menjadi prioritas Pemerintah.

"Intinya kerja sama Kementerian akan saling membutuhkan. Karena tidak ada pertanian tanpa air, sedangkan jaringan irigasi itu membutuhkan air yang disiapkan oleh Kementerian PUPR. Jadi sesudah water manajemennya selesai, Kementan baru memulai persiapan pertaniaannya, prasarananya, dan alat-alatnya," tutur Syahrul Yasin Limpo.

3 dari 5 halaman

Program Food Estate Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional dan Sejahterakan Petani

Alsintan
Perbesar
Petani makin bersemangat melakukan aktivitasnya di sawah untuk penuhi stok pangan di Provinsi Sulteng.

Program Food Estate diyakini akan mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Keyakinan ini semakin menguat dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan proyek yang diproyeksikan jadi lumbung pangan baru di Indonesia ini.

Komitmen pemerintah ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu pekan lalu. Airlangga hadir untuk melihat langsung proyek food estate di Kalteng dengan didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil

Menko Airlangga mengatakan, Desa Belanti Siam merupakan bagian dari rencana pemerintah yang tengah merencanakan pembangunan food estate atau kawasan pertanian modern di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus bergerak menjadikan kawasan ini sebagai lumbung padi nasional,” ujar Airlangga.

Sementara itu pelaku bisnis Agro Andri Cahyadi menilai, program food estate yang dicanangkan pemerintah ini mampu mewujudkan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Dia pun sudah memberikan project percontohan yang dibuatnya di Kecamaran Pandih Batu Pulang Pisau yang akan menjadi prototipe program food estate tersebut. Andri juga menilai food estate juga nantinya akan berdampak positif pada petani lokal, terutama dalam hal kesejahteraan.

"Melalui food estate diharapkan akan menjadi sentra industrialisasi pangan terpadu dan target income perkapita rakyat disana dengan target 5000 dollar per tahun per keluarga bukan lagi suatu angan angan namun akan segera terwujudkan," kata Andri.

Pria yang juga pegiat lingkungan ini juga nanti akan mendorong masyarakat, terutama di Kalimantan Tengah agar mau bertransmigrasi mendukung program food estate.

"Kami pengusaha agro di Kalimantan Tengah mendukung program food estate. Kami juga bangga menjadi petani yang mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional," ungkapnya. 

4 dari 5 halaman

Pertanian Modern

Alih fungsi lahan
Perbesar
Dengan tren pertambahan penduduk yang sama dan alih fungsi sawah Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa yang sulit dihambat.

Sekadar informasi, pemerintah tengah merencanakan pembangunan food estate atau kawasan pertanian modern di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus bergerak menjadikan kawasan tersebut menjadi lumbung padi nasional.

“Pemerintah akan mendorong pertanian di wilayah Kalimantan Tengah ini, khususnya Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas yang akan menjadi lumbung padi nasional,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓