Generasi Cashless Susah Menabung? Praktikan Saja 5 Tips Berikut

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 04 Jul 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 04 Jul 2020, 07:00 WIB
Ilustrasi keuangan
Perbesar
Mulai menabung dan kumpulkan dana darurat dengan cara efektif yang bisa dilakukan di tengah pandemi virus corona yang melanda. (Foto: Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Di zaman sekarang, teknologi informasi sudah berkembang pesat terutama di sektor finansial. Misalnya, sebagian besar orang melakukan transaksi dengan cara cashless baik secara transfer, e-wallet, atau kartu kredit.

Cara pembayaran seperti ini tentunya lebih praktis, sebab seseorang tak harus membawa banyak uang.

Namun di sisi lain, seseorang justru jadi sering belanja tanpa memikirkan uang untuk ditabungnya. Hal ini membuat generasi muda beranggapan dengan cashless menjadi sulit untuk menabung.

Padahal menabung adalah hal yang wajib dilakukan untuk masa depan. Bagi Anda yang termasuk generasi cashless dan merasa sulit untuk menabung, sebaiknya praktikan beberapa tips berikut ini seperti yang dikutip dari Cermati.com.

1. Tentukan Batas Top up

Supaya tidak boros menggunakan e-wallet atau e-money, ada baiknya Anda membatasi jumlah top up setiap bulannya.

Hitung kira-kira berapa jumlah uang yang Anda butuhkan untuk ongkos, biaya tol, hingga jajan. Lakukan isi ulang sekali dalam sebulan kemudian sisihkan uangnya untuk tabungan dan kebutuhan lain.

2. Buat Rekening Terpisah untuk Operasional dan Tabungan

Agar keuangan aman, ada baiknya membuat dua jenis rekening, seperti yang satu untuk tabungan dan yang satunya lagi untuk operasional.

Rekening tabungan ini isinya adalah uang yang harus disimpan dan usahakan jumlahnya tetap setiap bulan.

Uang dalam rekening tabungan ini nantinya hanya digunakan apabila Anda ingin menyalurkannya kembali ke deposito, tabungan berjangka, atau investasi.

Sementara rekening operasional isinya adalah uang yang Anda siapkan untuk ongkos, kebutuhan sehari-hari dan bulanan.

Uang dalam rekening inilah nantinya yang akan Anda gunakan untuk mengisi ulang e-wallet atau e-money.

Jumlah uang dalam rekening operasional bisa bervariasi, namun sesuaikan dengan kebutuhan dan sisanya bisa tetap dimasukkan ke rekening tabungan.

 

2 dari 3 halaman

3. Buat Tabungan Berjangka

Ilustrasi keuangan
Perbesar
Mulai menabung. (Foto: Unsplash)

Sulit nabung? Buat saja tabungan berjangka di bank. Melalui fasilitas rekening tabungan berjangka biasanya pihak bank akan menarik sejumlah uang secara otomatis dari rekening biasa dan dipindahkan ke dalam rekening tabungan berjangka.

Nah, uang dalam tabungan berjangka ini akan lebih sulit diambil apabila belum memenuhi waktu yang ditentukan. Hal ini tentu akan memaksa kita untuk menabung dalam jumlah yang telah ditentukan sejak awal buat rekening tiap bulan dan uangnya akan lebih aman dari pemakaian lain.

4. Langsung Sisihkan Sebagian untuk Investasi

Mirip dengan poin ketiga, ketika sudah menerima penghasilan langsung sisihkan sebagian untuk investasi.

Di zaman digital ini sudah banyak tersedia platform investasi jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek Anda bisa mencoba berinvestasi di P2P Lending untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa melakukan investasi saham atau reksadana untuk jangka panjang. Jika ingin yang lebih konvensional, simpan uang dalam bentuk emas karena harganya yang lumayan stabil dan lebih awet tentunya.

 

3 dari 3 halaman

5. Batasi Penggunaan Kartu Kredit Maksimal 30 persen dari Limit

Kartu Kredit
Perbesar
Ilustrasi Kartu Kredit (iStockphoto)

Untuk Anda yang sering menggunakan kartu kredit, cobalah membatasi pemakaiannya maksimal 30 persen dari limit yang ditentukan.

Artinya, Anda tidak perlu menghabiskan lebih dari sepertiga penghasilan bulanan untuk membayar tagihan kartu kredit tiap bulan.

Ketika penggunaan kartu kredit melebihi 30 persen dari limit, kemungkinan besar Anda akan kesulitan membayar cicilannya tiap bulan.

Komitmen Jadi Kunci Menabung

Menabung di era cashless terkadang memang terasa sulit, namun intinya harus tetap dilakukan dengan membagi pos pengeluaran.

Kelima poin di atas juga tidak akan bisa dilakukan tanpa komitmen yang kuat untuk menabung. Dengan komitmen yang kuat, Anda akan terpacu untuk menerapkan gaya hidup hemat.

Lanjutkan Membaca ↓