Menteri PUPR Sebut Mentan SYL Sebagai Aktor Utama Food Estate

Oleh Gilar Ramdhani pada 03 Jul 2020, 20:51 WIB
Diperbarui 03 Jul 2020, 20:51 WIB
Menteri PUPR Sebut Mentan SYL Sebagai Aktor Utama Food Estate
Perbesar
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian akan melaksanakan program Food Estate di Kalimantan Tengah. 

Setidaknya ada empat kementerian yang akan mendukung, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pertahanan serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Hal itu disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantornya, Jumat (7/3).

"Pak Mentan Syahrul ditugaskan oleh Presiden untuk mempersiapkan food estate ini agar berjalan dengan baik. Jadi kami saling berkoordinasi supaya apa yang direncanakan bisa berhasil,” kata Basuki Hadimuljono.

Dijelaskan oleh Menteri Basuki bahwa Food Estate akan fokus di 165 ribu hektar di eks pengolahan lahan gambut (PLG)  diantara sungai Kapuas dan Barito. Namun, menurut Basuki walaupun namanya PLG, tapi yang 145 ribu merupakan tanah aluvial.

Menurut Mentan SYL, pertemuan ini bertujuan untuk melaksanakan program-program prioritas antar kementerian di kabinet kerja sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo kami saling kompak di kabinet. Insya Allah kami siap, setelah KemenPUPR mempersiapkan water manajemennya, tinggal Kementan yang melakukan budidayanya hingga selesai," katanya.

2 dari 2 halaman

Kementan Siapkan Benih Terbaik

Menteri PUPR Sebut Mentan SYL Sebagai Aktor Utama Food Estate
Perbesar
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantornya, Jumat (7/3).

Mentan menjelaskan, dalam proses pengerjaan sektor pertanian, sumber air menjadi sangat penting untuk mengaliri semua sawah. Oleh karena itu, Mentan berharap KemenPUPR dapat mengurus irigasi dan persiapan lainnya.

"Setelah irigasi tersedia, kami akan melakukan pembudidayaan untuk mempersiapkan prasarana, petaninya, bibit-benih, pupuk, dan obat-obatan yang dibutuhkan," katanya.

Lebih lanjut,  Mentan SYL menjelaskan, sejauh ini pihaknya juga sudah mempersiapkan jenis benih yang akan dipakai pada program Food Estate. Adapun benih yang digunakan bukanlah benih uji coba, melainkan benih yang sudah tervalidasi akan kualitasnya.

"Sehingga benih ini akan menghasilkan produksi yang berkualitas. Yang pasti kita akan intervensi sampai ke pengolahan sawahnya dengan pertanian yang modern," katanya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan ini, Mentan didampingi jajaran eselon I Kementerian pertanian seperti Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by