Groundbreaking Juli Ini, Proyek Tol Bertingkat Terpanjang RI Serap Ribuan Pekerja

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 03 Jul 2020, 20:14 WIB
Diperbarui 03 Jul 2020, 21:17 WIB
Melihat Tol Layang Jakarta-Cikampek dari Udara
Perbesar
Foto Udara Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Liputan6.com/Zulfikar Abubakar)

Liputan6.com, Jakarta PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur-Pluit sepanjang 9,6 km pada Juli 2020.

Tol ini akan membentang di atas Tol Layang Harbour I eksisting ruas Pluit-Ancol-Tanjung Priok, sehingga dikabarkan akan menjadi jalan tol bertingkat (double decker) terpanjang di Indonesia.

Jusuf Hamka selaku Direktur Utama PT Citra Waspphutowa, anak usaha dari CMNP menjanjikan, pengerjaan proyek Tol Harbour Road II bakal menyerap ribuan tenaga kerja.

"Nanti mungkin kita akan groundbreaking pertengahan bulan atau akhir bulan ini. Mudah-mudahan groundbreaking itu bisa mulai, kita bisa menyerap tenaga kerja ribuan orang," kata Jusuf di Gerbang Tol Sawangan 4, Depok, Jumat (3/7/2020).

Jalan Tol Harbour Road II merupakan akses sambungan dari Jalan Tol Dalam Kota menuju kawasan Tanjung Priok, yang kini terhubung dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Dalam pembangunannya, CMNP akan bekerjasama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Girder Indonesia.

Kesepakatan antara CMNP dengan kedua kontraktor tersebut terjadi pada 2018 melalui penandatanganan Head of Agreement pembangunan Harbour Road II.

 

 

2 dari 3 halaman

Dukung Pemulihan Ekonomi, 4 Ruas Tol Ini Siap Beroperasi Juni 2020

Melihat Tol Layang Jakarta-Cikampek dari Udara
Perbesar
Foto Udara Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/12/2019). Tol Layang Japek II mulai beroperasi untuk kendaraan golongan I tanpa tarif dengan minimum kecepatan 60 km dan Maksimum 80 km per jam (Liputan6.com/Zulfikar Abubakar)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya untuk meningkatkan layanan infrastruktur jalan dan jembatan, baik jalan tol maupun jalan nasional untuk mendukung jalur logistik dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ada empat ruas tol baru yang siap beroperasi dalam waktu dekat. Keempat tol yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) rencananya akan mulai dioperasikan pada akhir Juni 2020.

"Pembangunan infrastruktur terus berjalan dalam masa Pandemi COVID-19. Pada Juni 2020, Insya Allah, bisa diresmikan ruas Banda Aceh—Sigli seksi 4 sepanjang 14 kilometer. Sekarang sedang uji laik fungsi sebagai syarat pengoperasiannya," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (29/5/2020).

Dengan rampungnya seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang akan meningkatkan konektivitas dari Banda Aceh ke Sigli dan sebaliknya dari Sigli-Indrapuri ke Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda yang berada di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Total investasi untuk pembangunan ruas tol Banda Aceh—Sigli dengan total panjang 74 km sebanyak enam seksi ini adalah sebesar Rp 12,35 Triliun dengan biaya konstruksi sebesar Rp 8,99 triliun.

Selanjutnya dikatakan Menteri Basuki, ruas tol yang ditargetkan akan beroperasi tahun ini adalah ruas Pekanbaru—Dumai sepanjang 131 kilometer yang saat ini sedang dalam proses uji laik fungsi.

Tol Pekanbaru-Dumai dibangun dengan total biaya investasi Rp 16,21 triliun. Tol ini merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.799,3 km yang membentang dari Lampung hingga Aceh.

Ruas Tol yang terbagi menjadi enam seksi ini akan meningkatkan konektivitas Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju.

Pada seksi IV Kandis Utara - Duri Selatan, telah disiapkan empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam.

"Ruas tol selanjutnya yang siap dioperasikan adalah Manado-Kauditan 21 km bagian dari tol Manado-Bitung. Terakhir akan dapat dioperasikan ruas tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) seksi 1 dan 5 sepanjang 33 km," tutur Menteri Basuki.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓