Mampukah IHSG Kembali ke Level 5.000?

Oleh Liputan6.com pada 03 Jul 2020, 19:40 WIB
Diperbarui 03 Jul 2020, 19:40 WIB
IHSG
Perbesar
Pekerja melintas di bawah layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh di bawah level 4.000. IHSG telah kembali menguat tetapi belum mampu menyentuh angka 5.000 atau di saat sebelum ada pandemi Corona. 

Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, belum ditemukannya vaksin untuk Virus Corona membuat pasar saham terus fluktuatif. Apalagi pada awalnya virus ini diprediksi tidak sampai ke Indonesia.

"Pandemi Covid-19 kalau boleh dibilang waktu di awal 2019 memiliki kepercayaan 2020 akan baik tetapi terjadi pandemi yang dipikir hanya akan terjadi di China, its not gonna be here tetapi ternyata bergejolak," ujarnya dalam diskusi daring, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Pergerakan IHSG pun dinilai belum sepenuhnya kembali seperti sebelum pandemi. Salah satunya terlihat dari penjualan harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terjun cukup jauh.

"IHSG bisa mendekati 5.000 kita berharap melihat efektivitas pelaksanaan stimulus. Apakah ini sudah kembali atau belum? belum. Karena kalau melihat data, daily trading di BEI tahun 2019 itu angkanya sekitar Rp 9,1 triliun per hari saat ini menjadi Rp 7,3 triliun per hari," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

Kapitalisasi Pasar Saham

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tidak hanya penjualan harian, kapitalisasi pasar di Bursa Efek juga belum pulih seluruhnya. "Ini menunjukkan belum normal. kapitalisasi pasar juga terkoreksi cukup besar dari Rp7.265 triliun mejadi Rp5.497 triliun," kata Friderica.

Meski demikian, pergerakan IHSG diprediksi masih akan membaik apabila pemerintah dan regulator mengambil berbagai langkah-langkah cermat. "Yang penting bagaimana efektivitas dari program-program pemerintah yang ada dan bagaimana di lapangan itu sangat mempengaruhi kondisi market domestik dan asing," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓