Mau Mencoba Berbisnis, Diingat 5 Tips Keuangan Ini

Oleh Tira Santia pada 03 Jul 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 03 Jul 2020, 07:00 WIB
Ilustrasi Bisnis Online
Perbesar
Ilustrasi membangun bisnis (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta Mungkin sulit untuk mengelola keuangan bisnis, apalagi dengan ekosistem persaiangan yang sangat kompetitif.

Setiap orang yang harus memikirkan perencanaan akan kian merasakan sulit jika di saat yang sama juga sedang berupaya mengembangkan bisnis baru.

Namun yang paling penting,camkan dalam hati jika Anda memanng benar-benar berencana mengelola keuangan dengan menetapkan tujuan.

Berikut adalah lima tips mengatur keuangan yang dapat diterapkan bagi yang ingin memulai usaha, dilansir dari laman Entrepreneur.com, Jumat (3/7/2020).

1. Kembangkan tujuan finansial

Saat memulai tanamkan pertanyaan ini. Berapa banyak yang ingin Anda miliki dalam tabungan? Apakah Anda ingin uang terus tumbuh, menabung untuk liburan atau membeli rumah suatu hari nanti?

Jika Anda tidak yakin apa yang dicari dengan rencana keuangan atau bagaimana memastikan masa depan, mungkin pikirkan untuk berberbicara dengan perencana keuangan.

Mereka dapat membantu Anda mengembangkan tujuan dan mencapainya secara sistematis, selama beberapa bulan atau tahun.

Mungkin kendala yang ada terkait dengan konsistensi menyisihkan uang setiap bulan. Seorang penasihat keuangan dapat membantu Anda membangun strategi untuk mewujudkannya.

2. Tetapkan anggaran

Anggaran adalah inti dari rencana keuangan. Tanpanya, Anda seperti kapal tanpa kemudi. Pertama, perhatikan pengeluaran, termasuk biaya perumahan, pengeluaran makanan mingguan, utilitas, dan hiburan. Ini akan menjadi titik awal Anda.

Dari sana, cari peluang untuk melakukan pemotongan. Kurangi seperti biaya hiburan. Meski Anda tak perlu khawatir, sebab tetap bisa bersenang-senang. Semisal pergi makan malam dan menonton film dengan teman jika mau di rumah.

Anda mungkin harus memotong pengeluaran secara keseluruhan atau mengikuti pendekatan 50/30/20. Dengan mengalokasikan 50 persen dana untuk kebutuhan. Kemudian 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan.

Keputusan keuangan berada di tangan Anda, dan menetapkan anggaran akan membantu menentukan tujuan itu dan berpegang teguh lah pada hal itu.

3. Jelajahi peluang investasi

Pertimbangkan kapan ingin membeli rumah atau melunasi hipotek. Mungkin Anda sudah berpikir mengambil lebih banyak risiko dengan berinvestasi. Atau mungkin berpikir inilah saatnya dalam hidup Anda harus lebih konservatif dengan investasi. Jangan menghindar untuk memilih menjajaki peluang investasi.

Lihatlah kendaraan seperti obligasi dan saham, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri tergantung pada di mana Anda berada dalam kehidupan dan keadaan keuangan. Secara umum, jika mengacu umur Anda lebih muda, ini saat yang tepat untuk mengambil risiko.

 

 

 

2 dari 3 halaman

4. Rencanakan pensiun

Ilustrasi
Perbesar
Ingin Membangun Bisnis tapi Masih Bingung Mulai dari Mana? Yuk, Coba Lima Tips Ini!

Berbicara tentang pensiun, tidak pernah terlalu dini atau terlambat menyiapkannya. Ini demi saat Anda tidak bekerja lagi.

Banyak wirausahawan muda yang bekerja keras untuk menabung, sehingga mereka dapat pensiun di usia 20-an, 30-an atau 40-an. Kembangkan rencana tabungan khusus untuk pensiun, di mana uang akan tumbuh tanpa Anda menyentuhnya.

5. Terus belajar

Merencanakan keuangan dapat menakutkan, terutama jika Anda sudah mengelola bisnis. Ada begitu banyak istilah, akronim, implikasi hukum dan langkah yang harus diambil.

Dari kebijakan asuransi jiwa hingga masalah pasar uang, saham, dan obligasi. Sejatinya, ada banyak hal yang dapat dipelajari.

Kelilingi diri Anda dengan orang yang tepat, seperti akuntan atau penasihat keuangan, yang dapat membantu memahami keuangan saat ini dan di masa depan.

Tetap mengikuti perkembangan ekonomi yang sedang berlangsung. Tidak hanya berkaitan dengan perusahaan, tetapi dalam perekonomian secara keseluruhan.

Anda dapat mempelajari hal-hal menyangkut keuangan melalui buku, audio, membaca secara online atau mengambil kelas.

Keadaan keuangan pribadi mungkin bukan prioritas tertinggi Anda. Tetapi jangan meremehkan pentingnya masa depan keuangan pribadi dan potensi untuk terus belajar dan berkembang.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓