Bangkitkan Ekonomi Desa, Pemerintah Rilis Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Oleh Liputan6.com pada 02 Jul 2020, 17:16 WIB
Diperbarui 02 Jul 2020, 17:16 WIB
Ilustrasi Keindahan Alam Bali
Perbesar
Pertanian di pedesaan Bali. (Bola.com/Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) terus berupaya membangkitkan kembali ekonomi desa di tengah pandemi Covid-19. Antara lain merilis protokol Tempat Wisata pada era kenormalan baru atau new normal.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, menyatakan protokol tersebut nantinya tak hanya berfungsi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, juga untuk meningkatkan penerimaan daerah dari sektor wisata.

"Sekarang kita berupaya untuk menggenjot ekonomi di desa, yang penting adalah protokol kesehatan secata ketat. Saya berharap desa wisata untuk segera dibuka kembali," ujar dia dalam video conference via Zoom, Kamis (2/7).

Halim mengatakan anggaran yang tersedia dalam dana desa bisa digunakan untuk perbaikan prasarana dan sarana destinasi wisata. Sebab kegiatan itu termasuk dalam program padat karya.

Namun, dalam pelaksanaan padat karya pekerja harus mentaati aturan protokol kesehatan yang telah di tetapkan pemerintah. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, bersuhu tubuh normal, dan diutamakan membawa peralatan kerja sendiri.

 

 

2 dari 4 halaman

Rincian Protokol Kesehatan

Melihat Para Turis Berlibur di Pantai Kuta Bali
Perbesar
Sejumlah turis menikmati pantai Kuta di pulau pariwisata Indonesia di Bali (4/1). Pantai Kuta terkenal memiliki ombak yang bagus untuk olahraga selancar, terutama bagi peselancar pemula. (AFP Photo/Sony Tunbelaka)

Sedangkan, dalam Protokol Tempat Wisata terdapat 13 aturan yang harus dilaksanakan pengelola, yakni:

1. menguasai protokol kesehatan,

2. membersihkan tempat, wahana dan peralatan dengan desinfektan,

3. menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun,

4. menyediakan tempat sampah tertutup,

5. memasang pembatas antara petugas tiket dengan pengunjung,

6. memastikan fasilitas umum (seperti tempat ibadah dan toilet) dalam kondisi bersih,

7. menyiapkan relawan pemeriksa suhu dan pengawas penerapan protokol,

8. mengatur jalur kedatangan dan kepulangan pengunjung,

9. menerapkan sistem antrian di pintu masuk,

10. menerapkan jarak fisik antar orang minimal 1 meter,

11. membatasi jumlah pengunjung,

12. mengatur jam operasional, dan

13. memastikan lapak dan barang dagangan bersih.

 

 

3 dari 4 halaman

Aturan Bagi Pengunjung

Jarang Diketahui, Ini 5 Spot Wisata Menarik di Pulau Bawean
Perbesar
Jarang Diketahui, Ini 5 Spot Wisata Menarik di Pulau Bawean (sumber:Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik)

Sementara, ketentuan yang harus ditaati pengunjung tempat wisata, yakni;

1. dalam kondisi sehat,

2. menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan,

3. selalu menggunakan masker dan hindari menyentuh area wajah,

4. menjaga jarak fisik minimal 1 meter,

5. menghindari kontak fisik, seperti bersalaman, berpelukan, bercium pipi dan lain-lain, dan

6.saat tiba di rumah segera bersihkan barang bawaan, mandi dan berganti pakaian

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓