Erick Thohir soal Direksi Milenial: Bukan Buat Gaya-gayaan

Oleh Athika Rahma pada 01 Jul 2020, 17:45 WIB
Diperbarui 01 Jul 2020, 18:24 WIB
Erick Thohir Rapat Perdana di DPR

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menyinggung soal keputusan pihaknya memilih direksi BUMN yang berasal dari kalangan milenial. Erick bilang, penunjukan direksi milenial ini bukan untuk 'memudakan' diri atau gaya-gayaan.

Namun, hal itu selaras dengan komitmen kementerian untuk melibatkan pemuda berkontribusi untuk negara, ditambah fakta bahwa sebagian besar penduduk Indonesia adalah kalangan milenial.

"Saya nggak segan mengangkat direksi muda bukan buat gaya-gayaan, tapi ini bagian transformasi. Kita sebagai pemimpin ada waktu dan umurnya. Kita harus beri kesempatan yang muda untuk jadi generasi penerus," kata Erick saat meluncurkan logo baru Kementerian BUMN, Rabu (1/7/2020).

Lebih lanjut, Erick juga meminta agar para direksi milenial dapat menjadi mentor dan contoh yang baik.

"Tolong jadi mentor yang baik, karena itu bagian dari komitmen," katanya.

Secara keseluruhan, Erick Thohir meminta seluruh pegawainya bekerja dengan prinsip 'akhlak', sejalan dengan diterapkannya logo baru ini. Adapun, 'akhlak' merupakan akronim dari amanah, kompeten, harmonis dan loyal. Pegawai Kementerian BUMN dan BUMN itu sendiri harus memiliki akhlak dan tidak mengedepankan pribadi.

"Tentu kalau hasil tantiem bapak-bapak, hasil kerja bapak-bapak, tapi kalau dari yang lain, jangan. Ada 53 kasus hukum di BUMN yang kita enggak mau terulang lagi, ini kenapa akhlak penting," tegas Erick Thohir.

2 dari 5 halaman

Ganti Logo

Erick Thohir Resmikan Logo Baru Kementerian BUMN
Erick Thohir Resmikan Logo Baru Kementerian BUMN

Adapun, Kementerian BUMN telah mengganti logo lama mereka dengan desain yang lebih segar dengan gaya visual kontemporer.

Bentuknya logogram, mencerminkan semangat kolaborasi dari para pemangku kepentingan sekaligus membawa semangat profesionalisme BUMN yang berorientasi menjadi pelaku usaha kelas dunia.

Adapun, logo Kementerian BUMN yang baru berwarna biru tua yang mencerminkan sifat bijak dan biru muda yang mencerminkan sifat progresif. Palet warna dalam identitas logo terinspirasi dari warna biru laut dan langit Indonesia. Warna biru mencerminkan keterbukaan, inovasi, inspirasi, dan imajinasi.

Perpaduan antara kedua biru tersebut menggambarkan harmonisasi akan kebijakan dan kedewasaan dalam berpikir maupun bertindak dengan semangat inovasi yang berorientasi pada masa depan.

3 dari 5 halaman

Erick Thohir: BUMN Butuh Waktu 2 Tahun untuk ke Titik Normal

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada bank Himbara. (Dok Kementerian BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepMenteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada bank Himbara. (Dok Kementerian BUMN)ercayaan yang diberikan pemerintah kepada bank Himbara. (Dok Kementerian BUMN)

Menteri BUMN Erick Thohir memperkirakan, kondisi perekonomian baru akan kembali normal seperti sediakala pada dua tahun mendatang. Dia sependapat dengan banyak pengusaha dunia bahwa ekonomi baru dapat pulih pada awal 2022.

"Karena dari survei terakhir pun saja, 500 perusahaan besar dunia menyatakan ekonomi akan kembali di 2022 kuartal I. Itu 52 persen, walaupun 40 persennya bilang lebih cepat. Ya mudah-mudahan yang 52 persen salah," ucap Erick Thohir dalam unggahan video yang terbit Kamis (18/6/2020).

Merujuk pada pernyataan tersebut, ia memproyeksikan perusahaan BUMN juga butuh waktu sekitar dua tahun untuk dapat balik ke titik normal.

"Berarti, recovery yang kita lakukan juga di Kementerian BUMN dan BUMN, ya pasti butuh waktu 2 tahun untuk mulai kembali ke titik normal," ujar Erick Thohir.

4 dari 5 halaman

Dukung Jokowi

Onderdil Harley Davidson dan Brompton
Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Erick pun mendukung keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak melakukan lockdown terhadap negara. Hal tersebut disebutnya dapat mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

"Keputusan pak Presiden tidak lockdown itu keputusan yang tepat. Kembali ke poin sebelumnya, karena kesehatan dan ekonomi ini nempel, bukan sesuatu yang terpisahkan," ungkap dia.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓